Bernas.id – Allah menciptakan manusia berpasang?pasangan. Sejak diciptakannya Nabi Adam, Allah menganugrahkan pasangannya bernama Siti Hawa dalam wujud wanita. Kehadiran Hawa di dalam hidup Nabi Adam merupakan pelengkap fitrah nan suci yang diberikan Allah kepada beliau. Sampai saat ini, peran seorang wanita dalam kehidupan laki-laki sangat memberi pengaruh besar. Baik pengaruh positif yang dapat meningkatkan kualitas hidup seorang laki-laki, baik kehidupan di dunia maupun sampai alam akhirat. Tapi sebaliknya, wanita juga mampu menjerumuskan seorang laki-laki ke lembah kenistaan jika ia tidak mampu menguasai hawa nafsunya.
Islam memposisikan wanita sesuai dengan fitrahnya. Secara hak dan kewajiban sebagai hamba Allah tidaklah memiliki perbedaan. Wanita dituntut untuk menjadi hamba Allah yang taat. Perbedaannya hanya terletak pada teknis bagaimana beribadah kepada Sang Khaliq. Tapi, perlu kita cermati bagaimana Islam memberikan porsi istimewa bagi wanita yang tidak dimiliki laki-laki manapun
1. Wanita itu mulia dan dimuliakan;
Dalam sebuah riwayat yang sering kita dengar, bagaimana Rasulullah mengajarkan untuk meletakkan kecintaan terhadap ibu lebih tinggi dibandingkan dengan ayah. Bahkan, syurga sang anak ada dibawah telapak kakinya. Ketika kita membuka lembaran Al-Quran, terdapat satu nama surat, yakni An-Nisaa yang diabadikan untuk membuktikan kemuliaan wanita.
2. Wanita itu penuh dengan keindahan;.
Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita sholihah. Ketika seorang wanita mampu menghidupkan nilai-nilai islam dalam kehidupannya, maka ia laksana bidadari yang sedang berada di alam dunia. Karena keindahan itulah, Iislam membuat perlindungan bagi wanita dari fitnah yang dapat menimpa diri mereka dengan syariat berhijab.
3. Wanita itu pemalu;
Abu Bakar Ash-Shiddiq mengajak Utsman bin Affan untuk memeluk agama Islam dikarenakan Utsman memiliki karakter pemalu. Dan sifat pemalu ini menjadi ciri khas beliau di hadapan Rasulullah. Bahkan rasa malu merupakan sebagian dari iman. Secara fitrah, wanita diberi sifat ini sejak mereka dilahirkan.
4. Wanita sebagai tiang negara;
Negara merupakan kumpulan dari masyarakat. Masyarakat terbentuk dari sekumpulan keluarga, yang didalamnya ada proses penanaman nilai-nilai. Ketika kualitas keluarga itu rendah maka begitu juga yang terjadi di kehidupan masyarakatnya. Kebiasaan positif yang berhasil dibentuk didalam keluarga akan terbawa keluar oleh setiap anggota keluarga tersebut, Ini akan menimbulkan nilai-nilai kehidupan ditengah masyarakat. Nilai-nilai itu makin lama menjadi kebiasaan,menjelma menjadi adat dan budaya. Akhirnya, terbentuklah kekuatan sosial yang penuh dengan kebaikan yang dengan ini menopang kemajuan suatu bangsa.
5. Ummahatun Madrasatun Ula.
Ibu adalah sekolah utama bagi anaknya. Dalam perkembangan ilmu psikologi, keberhasilan perkembangan seorang anak sangatlah ditentukan seberapa fokus seorang ibu dalam mendidik anaknya. Bahkan, pendidikan itu bisa diberikan sejak anak tersebut masih didalam kandungan. Bahkan kita mengenal usia emas direntang usia 0?3 tahun. Berapa banyak permasalahan anak yang kemudian diteliti ternyata disebabkan pola asuh yang tidak seimbang. Inilah, ibu merupakan kunci utama dalam mendidik anak-anaknya.
Wahai para bidadari syurga, Allah sudah meletakkanmu dalam kesucian. Jangan lagi kesucian itu terkotori dengan mengikuti hawa nafsu. Benarlah engkau adalah sebaik-baik perhiasan dunia. Tetapi Rasulullah pun mengingatkan para wanita tentang penduduk neraka yang ternyata banyak didominasi kaum hawa. Segeralah memantaskan diri untuk menjadi ainul mardhiyah.
