Bernas.id – Pendidikan merupakan satuan khusus setiap manusia, bahkan pemerintah sudah menegas kan adanya wajib pendidikan pada usia 7 tahun. Dalam dunia pendidikan terdapat guncangan yang luar biasa, sering sekali kita melihat bagaimana reaksi antara anak dan orang tua yang begitu bertolak belakang.
Indonesia dalam satuan pendidikan sudah beberapa kali berganti kurikulum, Jika kita perhatikan di abad ini justru semakin banyak julukan-julukan yang nyeleneh dari pendidikan dasar, menengah, hingga atas.
Pada tahap pendidikan ada istilah yang tidak bisa dilupakan yaitu kata bullying. Bullying merupakan hal yang paling sensitif dikalangan pelajar, yang sering menjadi bahan dasar untuk mengejek biasanya mengolok-olok nama orang tua. Mungkin itu ranah yang paling dasar dalam bullying. Apakah bullying ini ada di zaman sekarang? Tentu tidak, karena pada zaman sebelum mereka lahir bullying itu sudah ada.
Setiap periode, pendidikan pada manusia yaitu untuk mencari jati diri mereka. Lantas yang membedakan zaman sekarang dan zaman dulu adalah fasilitas.
Penilaian pada siswa terdapat pada ujian tertulis, dalam kategori ini siswa harus mampu mengisi soal yang sudah di sediakan oleh guru. Seni contek mencontek itu sudah melekat pada zaman dahulu, seolah-olah menjadi warisan dari nenek moyang yang melekat dalam jiwa siswa Indonesia.
Apapun nama kurikulum kalau tidak bisa mengubah dua sistem yang sudah dikemukakan di atas maka bagaikan sayur tanpa garam.
