Close Menu
BERNAS.id
    Berita Terbaru

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Balkoters Tebar Kepedulian saat Iduladha, 2 Sapi dan 4 Kambing Disalurkan untuk Sesama

    May 27, 2026

    Eksekusi Program Peduli Nasional, Demokrat Jakarta Salurkan Ribuan Paket Kurban

    May 27, 2026

    Di Tengah Kenaikan Dollar, Jogjakita Tetap Hadirkan Tarif Hemat Rp 5000

    May 27, 2026

    H. Musliman Bagikan Daging Kurban untuk Konstituen

    May 27, 2026
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    BERNAS.id
    • Home
    • Regional
      • Internasional
      • Nasional
      • Daerah
        • DK Jakarta
        • DI Yogyakarta
        • Jawa Tengah
        • Jawa Timur
    • Finance

      Dorong Tranformasi Digital, Bank Jakarta Raih Penghargaan Digital Brand

      May 24, 2026

      Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan, Menkeu Purbaya Hadiri Jogja Financial Festival 2026

      May 22, 2026

      Siswa SMAN 28 Jakarta Antusias Sambut Program KEJAR DKI

      May 19, 2026

      DIY Jadi Tuan Rumah Pembukaan Seleksi Calon Anggota Industri Kreatif Syariah (IKRA) Tahun 2026

      April 30, 2026

      Ninja Xpress Luncurkan Ninja Cross Border: Dari Indonesia ke Dunia

      April 26, 2026
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Karir
    • Lifestyle
    • Politik
    • Hukum
    • Other
      • Travel
      • Entertainment
      • Opini
      • Tokoh
      • Budaya
      • Religi
      • Lingkungan
      • Kesehatan
      • Olahraga
      • Desa
      • Beragam
        • Bernas TV
        • Citizen Journalism
        • Editorial
        • Highlight
        • Inspirasi
        • Press Release
        • GlobeNewswire
    • Channel Jakarta
    BERNAS.id
    Home»Pendidikan»Tentang Sekolah Anak, Pilihan Mereka Sendiri atau Intevensi Orangtua?
    Pendidikan

    Tentang Sekolah Anak, Pilihan Mereka Sendiri atau Intevensi Orangtua?

    Enny Musfiroh SBy Enny Musfiroh SDecember 6, 2017No Comments
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email
    Share
    Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Email

    Bernas.id – Anak kamu sekolah dimana? Itulah yang sering menjadi pertanyaan ketika para orangtua bertemu. Dan akan dengan bangganya ketika sang anak sekolah di sekolah favorit. Satu hal yang jadi pertanyaan, sekolah favorit yang dimasuki anak kita benar-benar pilihan anak atau kah pilihan orangtua? Tidak jarang, saat mendekati tahun ajaran baru, orangtua lah yang paling heboh hunting sekolah.

    Anak-anak diarahkan untuk ikut survei ke sana kemari, di tengah waktu yang kadang dipaksakan orangtua. Dengan alasan mumpung orangtuanya cuti atau libur dari kantor. Bagaimana hasilnya, akankah anak bisa nyaman ketika intervensi dalam pemilihan sekolah dikuasai orangtuanya?

    Ada suatu kejadian traumatis yang akhirnya terjadi ketika proses pemaksaan ini berlangsung tanpa kompromi. Sebut saja Ahmad, sejak sekolah di sekolah Islam dia berkeinginan melanjutkan ke SMA Negeri. Dia belajar dengan sungguh-sungguh demi bisa meraih nilai tinggi di setiap kelasnya. Dan usahanya pun berhasil, dia menjadi siswa berprestasi, selalu menjadi bintang kelas. Bayangan bisa melanjutkan ke SMA negeri favorit akhirnya kandas, karena orangtuanya menghendaki dirinya tetap masuk pesantren. Dengan alasan orangtua sangat khawatir dengan pergaulan yang terjadi di usia remaja Ahmad.

    Ahmad pun terpaksa menuruti nasihat orangtuanya, tetapi minta pindah pesantren. Masuk ke pesantren dengan hati yang masih berat meski suasana pesantren yang baru. Orangtuanya pun rajin berkunjung dan memenuhi segala kebutuhan yang terbaik, dengan maksud agar Ahmad nyaman. Sekian lama dijalani, Ahmad tetap masih teringat obsesinya sekolah idamannya. Yang terjadi saat di pesantren dia menjadi pribadi yang pemurung dan malas untuk bersosialisasi dengan temannya. Berbeda jauh dengan saat dia di SMP, senang bergaul, energik dan bahkan suka membuat lelucon di tengah teman-temannya.

    Puncak kejadian pun terjadi, pada suatu malam Ahmad kabur dari pesantren dengan mengendap-endap lompat pagar tembok pesantren. Hanya berbekal beberapa ribu rupiah, di malam yang kelam dia berjalan menyusuri perkampungan dan perkebunan, karena lokasi pesantren yang memang agar terpencil dari keramaian. Dia berjalan berpuluh kilometer menuju terminal agar bisa pulang ke rumahnya. Sampai rumah pun orangtuanya kaget mendapati anaknya nangis dan berulangkali tidak mau lagi kembali ke pesantren.

    Dari cerita nyata di atas, kita sebagai orangtua bisa mengambil pelajaran berharga, bahwa orang tua tidak boleh terjebak untuk memilih sekolah bagi anaknya. Jika orangtua memaksa anak menuruti kehendaknya, biasanya sejak awal anak kurang bergairah dalam belajar. Akibatnya anak kurang konsentrasi sehingga bisa berakibat tidak berhasilnya sang anak mewujudkan idealismenya.

    Terkadang dalam pemilihan jurusan perkuliahan di kampus pun, orangtua masih mendikte anak. Ada orangtua ingin anaknya menjadi dokter, tapi sang anak ingin menjadi arsitek. Maka jika dipaksakan sang anak menjalani perkuliahan dengan terpaksa, semangat belajar juga lemah dan merasa tidak menjadi dirinya sendiri. Dan jika terus-menerus dalam keadaan terpaksa, tidak menutup kemungkinan anak akan stres. Yang fatalnya anak akan DO bahkan menjadi mahasiswa yang asal-asalan dalam kuliah.

    Jadi, biarkan lah sang anak ikut mendesain masa depannya. Tugas orangtua tinggal mengarahkan dan mendukungnya ketika pilihan anak adalah baik. 

    Share. Telegram WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Email
    Enny Musfiroh S

    Related Posts

    Prof Dr Stevanus Adrianto Passat Terpilih Sebagai Ketua Ikatan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Borobudur

    May 23, 2026

    20 Mahasiswa Raih Predikat Berprestasi di Wisuda ke-48 ITPLN

    May 22, 2026

    UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Mewisuda 590 Mahasiswa

    May 20, 2026

    Prof Laksanto Ungkap Konsep ODR Penyelesaian Sengketa dalam PKPA KAI-Unbor

    May 20, 2026

    UMY Hadirkan E-Learning Berbasis AI, Bekali PKBM Wijaya Kusuma Persiapkan Siswa Hadapi Ujian Nasional

    May 19, 2026

    Asosiasi Dosen Indonesia Komitmen Memperjuangkan Gaji Dosen Minimal 2 Kali UMP

    May 18, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Internasional Terbaru

    CGTN: Mengutamakan rakyat: Prinsip utama dalam tata kelola Tiongkok

    May 26, 2026

    Google Cloud Security Menggunakan Platform Instruqt untuk Melatih Lebih dari 150 Praktisi tentang AI Agentik pada Google Next 2026

    May 26, 2026
    Berita Nasional Terbaru

    28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Luncurkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa

    May 21, 2026

    Janabadra Club Dorong Sinergisitas Alumni Nasional untuk Kontribusi Almamater dan Bangsa

    April 13, 2026
    Berita Daerah Terbaru

    Polda DIY Selidiki Dugaan Kasus Pembubaran Kegiatan Ibadah di Bantul

    May 27, 2026

    Di Tengah Kenaikan Dollar, Jogjakita Tetap Hadirkan Tarif Hemat Rp 5000

    May 27, 2026
    BERNAS.id

    Office Address :
    Jakarta
    Menara Cakrawala 12th Floor Unit 05A
    Jl. MH Tamrin Kav. 9 Menteng, Jakarta Pusat, 10340

    Yogyakarta
    Kawasan Kampus Universitas Mahakarya Asia,
    Jl. Magelang KM 8, Sendangadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 55281

    Email :
    info@bernas.id
    redaksi@bernas.id

    Advertisement & Placement :
    +62 812-1523-4545

    Link
    • Google News BERNAS.id
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    • Kode Etik
    • Verifikasi Dewan Pers BERNAS.id
    BERNAS.id
    Facebook Instagram Threads X (Twitter) YouTube TikTok LinkedIn RSS
    • Google News BERNAS
    • Tentang BERNAS
    • Redaksi BERNAS
    • Pedoman Media Siber
    © 2015 - 2026 BERNAS.id All Rights Reserved.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.