Bernas.id – Kurtilas atau kurikulum tiga belas merupakan kurikulum yang dirancang untuk mempermudah seorang pendidik men-transfer ilmunya kepada peserta didik. Dengan Indikator Pencapaian Kompetensi yang mengacu pada Taksonomi Bloom, membuat tujuan pembelajaran lebih mudah tersampaikan, berurut dan sistematis. Hanya saja banyak para pendidik yang belum paham menguraikan kompetensi dasar ke indikator pencapaian kompetensi. Padahal sangat mudah untuk membuatnya.
Apa sih yang dimaksud dengan indikator pencapaian kompetensi atau yang biasa disingkat dengan IPK dalam kurikulum 13? Menurut Mulyasa, Indikator adalah perilaku yang dapat diukur dan atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi dasar (KD) tertentu yang menjadi acuan mata pelajaran. Fungsinya sebagai pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran atau bahan ajar, Mendesain kegiatan pembelajaran, serta merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
Ada beberapa ketentuan dalam merumuskan indikator, yaitu indikator harus dirumuskan dari KD atau kompetensi dasar, harus menggunakan kata kerja operasional (KKO) yang dapat diukur, menggunakan kalimat yang simple, jelas dan mudah dipahami, jangan pernah menggunakan kata yang bermakna ganda, hanya mengandung satu tindakan, dan memerhatikan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta didik, sekolah dan masyarakat.
Nah, bagi para pendidik, jika indikator pencapaian kompetensi sudah dibuat, maka masukan dia ke dalam tujuan pembelajaran, sehingga klop antara IPK dan tujuan pembelajaran serta dapat kita rumuskan penilaian dari indikator tersebut. Maka, mudah bagi kita untuk mengukur ketercapaian pembelajaran pada saat itu.