Bernas.id – Kids zaman now, anak-anak yang terlahir setelah tahun 2000 merupakan generasi yang hidup dengan barang-barang digital di sekeliling mereka. Dari televisi, komputer, hingga gawai pintar yang menemani mereka dalam kesehariannya. Namun, efek dari terpaparnya barang digital dan teknologi tersebut adalah mereka menjadi lebih individual jarang bertemu orang lain.
Selain itu, mereka menjadi tidak peka terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Hal ini menyebabkan anak tidak terbiasa menghadapi emosi dan ekspresi orang. Bahkan tak jarang anak berselisih paham dengan orang tua karena mereka gagal menerjemahkan maksud emosi dan ekspresi orang tua. Akibatnya, anak kerap dicap nakal dan tidak peduli.
Banyak orang tua yang mengkhawatirkan jika anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang tidak mengenal rasa simpati dan peduli, seperti robot yang tidak punya hati. Mau tahu cara bagaimana membuat kids zaman now menjadi lebih peka dan sensitif terhadap lingkungannya? Coba ajarkan teater sejak dini.
Dalam teater, anak akan diajarkan bagaimana mengekspresikan berbagai perasaan. Mereka bebas berteriak dan bergerak di sepanjang panggung, sesuai dengan arahan penata gaya. Mereka belajar bahwa ekspresi marah itu ada berbagai macam. Seperti menarik bibir itu bukan selalu tersenyum, karena artinya bisa dari menahan sakit, mengejek, hingga tertawa. Mereka belajar untuk melihat gerak gerik lawan bicara di atas panggung. Kemana mereka harus bergerak dan apa yang harus diucapkan.
Teater juga mengajarkan bahwa gerakan tubuh bisa menyampaikan pesan seribu kata lebih banyak daripada saat berbicara. Hal yang dirasa kurang dari kids zaman now adalah ketidakmampuan mereka menyesuaikan dan membaca sinyal-sinyal yang diberikan tubuh mereka maupun orang lain. Sehingga dengan berlatih teater, mereka belajar untuk bisa berperilaku dan bersikap lebih pantas.
Sebuah produksi teater tidak mungkin dilakukan seorang diri. Bermain dalam sebuah teater berarti akan mengajarkan kepada kids zaman now arti sebuah kolaborasi. Bahwa setiap orang sudah memiliki peran masing-masing sehingga tidak perlu harus menonjol untuk terlihat. Yang paling dibutuhkan di masa depan adalah orang-orang bukan bekerja sebagai unit tunggal, tetapi sebagai pecahan sehingga harus bekerja sama dengan orang lain untuk menjadi utuh.
Banyak elemen dalam teater yang bisa dimanfaatkan anak untuk mengeksplorasi seluruh bakat dan minatnya. Dalam satu pagelaran, anak yang jago bahasa akan membuat naskah, yang berbakat musik bisa menuliskan musik gubahannya untuk menghidupkan suasana teater. Yang berbakat seni rupa bisa membuat properti latar dan kostum. Bahkan, yang berbakat olahraga bisa membantu bagaimana harus bergerak supaya nafas tidak habis. Setiap anak pun mendapat kesempatan untuk bisa mencoba keterampilan yang belum pernah dimiliki.
Biasanya, sekolah memiliki program pementasan akhir tahun dengan berbagai pertunjukan. Teater bisa menjadi salah satu pilihan untuk melatih kepekaan dan kolaborasi anak. Teater tidak hanya mengajarkan anak berlarian dan berteriak, tetapi memberikan ruang gerak anak untuk berkreasi dan mengekspresikan hasil kerja mereka.
