Bernas.id – Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Gerhana bulan terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Bila bumi berada di antara matahari dan bulan pada satu garis lurus yang sama maka sinar matahari tidak dapat mencapai bulan karena terhalangi oleh bumi.
Menurut Badan Antariksa AS (NASA), fenomena gerhana bulan ini dinamai sebagai ?Super Blue Blood Moon?. Lantaran gerhana bulan total terjadi bertepatan dengan fenomena ?supermoon? dan ?blue moon?. Gerhana bulan total yang terjadi saat bulan dalam posisi paling dekat dengan bumi dan muncul secara penuh (purnama).
?Super Blue Blood Moon? ini merupakan sebuah fenomena yang belum pernah terjadi sejak 150 tahun lalu. Sebuah fenomena yang langka bukan?
Dalam pandangan Islam, kehadiran gerhana menjadi cara Allah untuk menunjukkan kekuasaan-Nya kepada umat manusia. Nabi Muhammad Shalallahu ?Alaihi Wassalam pernah bersabda yang kemudian dimuat dalam hadis Al-Bukhari Nomor 1043 dan Muslim Nomor 915.
“Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua ayat (tanda) dari ayat-ayat Allah (yang tersebar di alam semesta). Tidak akan terjadi fenomena gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena hidup (lahirnya) seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoa dan shalat kepada Allah sampai (matahari atau bulan) tersingkap lagi.“
Sahabat Rasulullah, Abu Musa Al Asya'ari pernah mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda bila Allah memberikan rasa takut kepada hambanya dengan tanda-tanda berupa gerhana. Maka, bila kamu melihatnya, segera berzikir, mengingat kebesaran Tuhan, berdoa dan meminta ampun.
Untuk itu, pemerintah Indonesia menghimbau umat muslim untuk salat Gerhana sebagai pengingat akan tanda-tanda dan kebesaran Allah sebagai pencipta jagad semesta.
Gerhana ini juga menjadi pertanda alam bahwa akan terjadi bencana atau marabahaya. Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates Musripan mengimbau masyarakat di kawasan pesisir utara Jawa Timur untuk mewaspadai dampak gerhana bulan yakni terjadinya pasang surut gelombang air laut. Ada baiknya untuk memperbanyak istigfar atau memohon ampunan kepada Allah.
Dulu, orang takut dengan gerhana dan bersembunyi di bawah kolong tidur serta menutup rumah rapat-rapat. Saat ini, orang-orang berfoto ria bahkan selfie untuk mengabadikan gambar. Sebenarnya tidak masalah menyambut dengan kegembiraan karena itulah yang menjadi tanda-tanda untuk mengingat keagungan Allah Subhanahu Wa Ta?ala bahwa bulan dan matahari adalah makhluk ciptaan Allah.
Semoga dengan adanya gerhana bulan ini akan menambah keimanan dan ketakwaan kita terhadap kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta?ala, aamiin.
