Bernas.id – Siapa yang tak tahu tentang Bill Gates? Orang yang terkenal seantero dunia dengan kesuksesannya mendirikan Microsoft. Tahun 2017 ditaksir kekayaannya sudah mencapai lebih dari USD 90 triliun. Baru-baru ini Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft dan beralih menyibukkan diri dalam kegiatan kemanusiaan.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
Sejak dulu Bill Gates memiliki kebiasaan senang membaca buku. Sejak umur 13 tahun, dia sudah memiliki ketertarikan terhadap teknologi. Sudah menyukai komputer. Di umur itu pun dia telah bermimpi berkecimpung dalam dunia bisnis. Saat kecil dia dikenal 'bandel' layaknya anak sekolah pada umumnya. Kuliah di Harvard, antusiasmenya pada teknologi makin menjadi-jadi. Hingga akhirnya dia berhasil mendirikan Microsoft dengan Paul Allen pada tahun 1975. Bill drop out dari Harvard dan mengembangkan Microsoft, software terbesar di dunia.
Filantropi merupakan julukan yang diberikan pada Bill Gates atas kedermawanannya melakukan aksi kemanusiaan. Bill mengungkapkan, “Tugas filantropi adalah untuk memulai. Kami menggunakan uang yayasan untuk membuat sistem yang membuat pasar bekerja untuk orang yang membutuhkan.”
Pada tahun 1993 Bill berkunjung ke Afrika bermaksud menghabiskan liburan. Sepulang dari perjalanan tersebut Bill akhirnya mengetahui bahwa di benua tersebut kemiskinan amat mengancam penduduk. Pada tahun 2000, Bill mengumpulkan dana bantuan bagi Afrika bersama badan amal swasta Bill & Melinda Gates Foundation. Bill kembali lagi ke Afrika tepatnya di daerah Mozambik untuk menyalurkan dana tersebut.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
Saat ini kabar bantuan kemanusiaan yang masih hangat diperbincangkan adalah keputusannya melunasi hutang negara Nigeria terhadap Jepang sebesar Rp1,02 triliun.
Menurut Bill dengan cakupan vaksin polio yang mencapai lebih dari 80% dalam sekali putan per tahun sudah cukup menjadi persyaratan penerimaan bantuan tersebut. Nigeria tercatat sebagai negara yang memiliki resiko tinggi terkait polio di dunia.
Kabar terakhir menyebutkan Bill & Melinda Gates Foundation menggelontorkan dana lebih dari USD 3 miliar setiap tahun untuk kegiatan kemanusiaan.
Tak banyak orang kaya yang masih memikirkan keadaan sekitar. Kita bisa belajar dari sosok Bill Gates yang meski menjadi orang terkaya tak lupa pada kesulitan orang lain. Tetap ringan membantu terhadap sesama.
Baca juga: 14 Universitas Jurusan Teknik Informatika Terbaik di Indonesia
