Bernas.id – Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan menara kembar dengan area mencapai 25.280 meter persegi. Mengutip dari laman resmi Sudirman Central Business District (SCBD), tower I selesai dibangun pada tahun 1994, sementara Tower II selesai dibangun pada tahun 1998. Tower I dirancang setinggi 140 meter mencakup 32 lantai. Begitu pun dengan Tower II yang juga setinggi 140 meter berisi 32 lantai. Gedung tersebut merupakan tempat dimana proses perputaran uang dan transaksi perdagangan properti berlangsung di seluruh Indonesia. Selain itu juga, Gedung BEI juga menjadi markas bagi sejumlah lembaga keuangan, perbankan, perusahaan energi, perusahaan asuransi dan konsultasi properti ternama.
Peristiwa menggemparkan akibat ambruknya gedung BEI pada bagian Tower II mengundang banyak pertanyaan dari berbagai pihak yang mengamatinya. Pasalnya, jika dilihat dari tahun dibangunnya gedung tersebut masih berumur muda belum terlalu tua untuk ukuran gedung, karena baru 27 tahun berdirinya. Dan dipastikan bahwa selama proses pembangunan tersebut telah melewati berbagai proses yang matang dan manajemen pembangunan yang terpercaya. Selain itu, pihak manajemen juga mengklaim bahwa mereka memenuhi peraturan keselamatan dengan pemeriksaan keamanan gedung setahun lalu.
Namun peristiwa robohnya gedung tersebut secara tiba-tiba menimbulkan sebuah dugaan bahwa gedung tersebut roboh disebabkan oleh bom, namun pihak kepolisian telah mengklarifikasi bahwa robohnya gedung tersebut tidak ada kaitannya dengan bom. Diperkirakan bahwa robohnya Gedung BEI terjadi pada bagian lantai mezanin Tower II. Sampai saat ini, pihak kepolisian dan PT. Chusman and Wakefield Indonesia yang merupakan pengelola gedung BEI masih melakukan penyelidikan terkait penyebab robohnya lantai mezanin tersebut.
Akibat dari robohnya gedung tersebut tercatat sementara ada 77 orang mengalami luka-luka dan dilarikan di tiga rumah sakit yang berbeda, yaitu RS. TNI AL Mintohardjo, RS. Siloam dan RS. Pertamina. Laporan tersebut baru diterima dari korban yang telah dilarikan ke rumah sakit dan belum melakukan pengecekan data orang yang berada di dalam gedung tersebut pada saat peristiwa terjadi. Meski peristiwa robohnya gedung BEI masih menjadi misteri yang cukup besar mengenai penyebabnya. Namun menurut keterangan manajemen gedung mengatakan bahwa tower I gedung tersebut akan dapat dioprasikan secara normal.
