Bernas.id – 'Saya tidak percaya hal ini terjadi.' Ini adalah argumen yang amat sering terlontar ketika keberhasilan tidak sesuai keinginan. Prediksi yang jauh-jauh hari sudah lebih dulu diperkirakan ternyata malah melompat jauh. Celetukan semacam itu adalah wajar. Faktanya kita memiliki siklus emosional yang terjadi berulang kali. Namun, tak banyak yang cepat menyadari tentang hal itu.
Siklus emosional baru mulai terjadi ketika Anda terkurung pada keadaan yang tidak Anda inginkan. Bisa jadi dengan marah yang menggebu-gebu, menggerutu yang tak habis-habis dan kata-kata spontan yang terdengar kasar. Sama seperti gelombang laut yang pasang surut, emosi pun ada saatnya pasang surut. Begini penjelasan tentang siklus emosional. Menurut Elisabeth Kubler-Ross ada lima tahapan emosional alias kesedihan yang dialami seseorang.
1. Penyangkalan
Ditandai dengan respon yang belum bisa menerima keadaan buruk. Biasanya ini terjadi karena seseorang belum benar-benar siap menghadapi kemungkinan negatif. Contoh : “Ini tidak mungkin terjadi padaku.”
2. Kemarahan
Tercermin dengan adanya kalimat-kalimat protes. Tahapan yang satu ini cenderung memakan waktu cukup lama untuk naik ke tahap yang lebih baik. Ditandai dengan kalimat, “Bagaimana ini bisa terjadi, ini tidak adil.”
3. Menawar
“Aku akan melakukan apapun agar tidak harus melewatinya.” Seakan-akan seseorang sedang bernegosiasi pada keadaan di depannya. Padahal terpampang nyata bahwa mau tidak mau keterpurukan tersebut pasti terjadi.
4. Depresi
Ada saatnya seseorang akan kelelahan mencari-cari jawaban soal ini dan itu. Mengumpulkan banyak pembenaran. Mengeluh masalah tak pantasnya dia mendapat situasi buruk. Kemudian akan berkata pada dirinya sendiri, “Mengapa harus mencoba?”
5. Penerimaan
Berbahagialah jika seseorang itu adalah Anda yang berhasil pada tahap yang satu ini. Itu berarti Anda mengerti bagaimana cara menghadapi keterpurukan secara baik. Inilah contohnya: “Ini terjadi dan aku bisa menanganinya.” Pada tahapan ini Anda akan menyadari ada banyak hal positif yang bisa dilakukan dan belum tentu bisa dilakukan jika hal buruk tersebut terjadi pada Anda.
Siklus emosional ini terkadang terhenti ketika seseorang belum sampai ke tahap terakhir. Tahap penerimaan adalah tahap yang paling menenangkan. Setelah mengetahui tahap kesedihan ini Anda tentu punya gambaran menjaga diri. Selamat berproses dan jadilah pribadi yang sigap menerima keadaan terburuk sekalipun!
