Bernas.id ? Cedera tulang bisa terjadi kapan saja. Paling sering terjadi adalah akibat kecelakaan lalu lintas, jatuh terpeleset, menahan pukulan, atau kejatuhan benda berat. Hanya saja cara penanganannya yang terkadang kurang tepat. Penanganan cedera tulang masih dianggap sepele oleh masyarakat, ?Sebentar juga sembuh,? atau, ?Tulang patah bisa nyambung sendiri?.
Anggapan bisa sembuh sendiri memang betul, karena begitulah kodratnya. Allah memberikan karunia kepada tubuh berupa kemampuan untuk merehabilitasi kerusakan di dalam tubuhnya. Sel-sel tubuh secara otomatis bekerja melawan sakit dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Hanya butuh waktu bagi proses pemulihannya. Meski demikian, tetaplah cedera tulang membutuhkan penanganan tindakan dari orang lain bagaimanapun kondisinya, seringan apapun kasusnya.
Berikut ini, beberapa jenis tindakan yang bisa mendukung upaya penyembuhan cedera tulang:
Sport Massage
Dinamakan ?sport massage? karena teknik ini sering dilakukan pada orang-orang yang cedera akibat berolahraga. Tindakan penanganannya menggunakan jalur limpatik serta penguasaan anatomi organ otot dan tulang. Apabila cedera tulang tergolong ringan, seperti keseleo atau terkilir (dislokasi), bisa dilakukan oleh seorang pemijat tradisional yang kompeten dan berpengalaman.
Caranya dengan melakukan urut pemijatan di sekitar lokasi titik terkilir guna memulihkan letak otot-otot dan tulang yang keluar dari posisi semestinya. Penggunaan minyak urut juga disesuaikan dengan kebutuhan, seperti minyak zaitun, minyak habbatussauda, cream khusus pijat tradisional, minyak kelapa, atau minyak but-but.
Chyropractic
Tulang-tulang yang bergeser dari posisi semestinya dapat berakibat nyeri berkepanjangan dan gangguan pergerakan. Chyropractic (Kiropraksi) adalah sebuah teknik tindakan pemulihan letak tulang yang diduga mengalami pergeseran. Kiropraksi dilakukan dengan cara mengurut, melenturkan, menarik, menggeser, dan menekan. Pelaku terapi ini harus menguasai anatomi tubuh, terutama tulang dan organ dalam. Kiropraksi dikenal masyarakat dapat memperbaiki posisi tulang-tulang belakang yang bergeser akibat aktivitas kerja berlebihan.
Pijat Refleksi
Gangguan pergerakan tulang bisa juga akibat urat-urat atau otot-otot yang mengalami kontraksi sehingga tidak bisa berfungsi menggerakkan tulang sebagaimana mestinya. Gangguan cedera otot ini bisa diterapi dengan pijat refleksi pada ujung-ujung syaraf yang ada di telapak kaki, telapak tangan, dan titik-titik refleksi pada telinga. Keilmuan teknik pijat refleksi gangguan pergerakan dapat dipelajari pada pendidikan nonformal Pijat Refleksi Indonesia Level-3.
Pijat Sangkalputung
Sangkalputung merupakan salah satu jenis pijat patah tulang. Teknik tindakan sangkalputung dengan cara mereposisi tulang secara alamiah menggunakan teknik tradisional. Teknik ini merupakan keahlian khusus yang tidak setiap orang bisa menguasainya. Penguasaan anatomi tubuh, struktur tulang, teknik pertolongan pertama (P3K), dikombinasi dengan pengetahuan totok darah yang berfungsi mengurangi rasa sakit. Sehingga dalam upaya pengembalian posisi tulang patah terasa nyaman bagi penderitanya. Beberapa tokoh pijat patah tulang bahkan menggunakan ramuan berupa minyak balur khusus untuk mendukung upaya penyembuhan patah tulang.
Sinar Inframerah
Penggunaan sinar inframerah dapat membantu mengaktifkan sel-sel tulang agar upaya penyembuhan bisa lebih cepat tercapai. Selain itu, sinar inframerah juga bisa membantu membuka penyumbatan darah beku sehingga bisa melancarkan peredaran darah. Sinar inframerah dipancarkan melalui sebuah alat khusus. Selain inframerah, ada pula penggunaan sejenis gelombang bioenergi, energi skalar, energi pendant, dan biomagnetic.
Itulah, beberapa jenis terapi yang secara tradisional dapat membantu upaya penyembuhan cedera tulang. Apabila cedera parah segeralah menuju rumah sakit khusus tulang terdekat di kota Anda. Agar dapat ditangani lebih cepat secara medis dengan peralatan yang modern.
