Bernas.id – Di dunia ini ada banyak takdir yang saling bertumpang tindih. Satu sama lain akan bertemu pada satu titik. Ketika titik-titik itu bertemu kita tidak akan pernah mampu memprediksi rangkaian ceritanya. Anda pun mau tidak mau akan menenggelamkan diri pada runtutan takdir tersebut. Entah dengan cara yang elegan dan patut dicontoh atau parahnya justru merespon dengan cara yang kurang apik dan menambah kerugian. Terjatuh, terinjak dan tergilas pada situasi buruk adalah ketidakmauan yang akan berakhir menjadi sebuah keharusan. Bagaimana langkah yang akan dipilih ketika Anda tiba-tiba harus merasakan kehilangan?
Ulat menjadi kupu-kupu butuh waktu dan proses yang panjang. Dari tahap yang menggelikan diakhiri dengan tahap yang mengagumkan. Bermetamorfosis menjadi hewan yang indah. Kupu-kupu yang terbang bebas seakan lupa tentang masa lalunya. Lupa jika saat masih menjadi ulat, dia hanyalah cibiran bagi sekitar. Untuk memiliki kehidupan yang indah, kita tidak mungkin merubah bentuk seperti halnya ulat tersebut. Kita hanya perlu lihai mengambil sikap. Seseorang biasanya sulit move on karena faktor rasa kecewa atau masa lalu yang buruk. Beberapa hal ini patut diyakini agar Anda segera move on.
Masa lalu buruk bukanlah musuh
Tak terhitung jumlahnya orang-orang yang depresi karena kecewa. Hal yang tidak sederhana bagi mereka hingga mampu merenggut kebebasan hati mereka sendiri. Jika Anda mulai terjebak pada masa lalu buruk, maka berprasangkalah positif. Masa lalu buruk bukanlah musuh. Justru ketakutan akibat masa lalu buruk yang merupakan musuh nyata bagi Anda. Karena rasa takut Anda mungkin akan membatasi diri hingga memutuskan lari dari masalah. Ketakutan ini harus dihadapi agar masa lalu buruk tidak terus menghantui Anda.
Anda adalah pribadi yang lebih kokoh
Berdasarkan penelitian Richard G. Tedeschi dan Lawrence Calhoun, Profesor Psikologi terungkap bahwa kita tidak hanya memiliki kemampuan untuk berkembang melalui tantangan hidup kita, tetapi juga apa yang disebut dengan pertumbuhan pasca trauma, kemungkinan baru dalam kehidupan kita, apresiasi lebih besar atas hidup, pengertian kekuatan pribadi yang lebih besar dan pengembangan spiritual.
Masa depan Anda tetap berpijak pada dasar yang sama
Meskipun Anda pernah gagal dalam percintaan, karir, atau hal-hal lainnya, Anda tidak serta merta kehilangan identitas diri. Anda masih bisa melakukan apa yang Anda sukai, mengerjakan hal yang bermakna bagi Anda dan mengulang hal-hal terdahulu yang Anda kuasai.
Jika Anda tergelincir, maka bersegeralah berdiri kembali. Kejamnya dunia belum tentu berbaik hati membantu Anda. Yakini ketiga hal di atas lantas cepatlah move on!
