Bernas.id – Hidup berdampingan dengan sesama manusia, pasti berpotensi untuk berbenturan. Entah karena salah paham, atau juga memang salah satu berniat melukai, sengaja ataupun tak sengaja. Manusia pasti memiliki kekurangan, hal itu tidak dapat dimungkiri. Kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Namun, bagaimana kita menyikapi luka yang tergores di hati jika itu terjadi?
Ingin marah, rasa benci menjalar, dan ingin mengumpat. Semua yang dirasa ingin rasanya dikeluarkan. Memiliki emosi tak menjadikan kita salah, yang salah adalah cara kita yang tidak tepat dalam mengeluarkan emosi. Tak sadar bahwa kita ini juga manusia, sama dengan dirinya yang telah melukai kita. Saat kita terluka, coba ingat hal ini agar kita damai dan bahagia.
1. Kita manusia dan dia juga
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dia dan kita adalah makhluk yang sama. Potensi untuk melakukan hal yang salah pun sama. Jadi, saat kita berpikir ingin balas melukainya, ingat bahwa kita pun berpotensi dilukai juga oleh orang lain. Walaupun mungkin kita tak sengaja melukai orang tersebut.
2. Membalas untuk melukai menjadikan kita orang yang selevel dengannya
Untuk membuat seseorang jera, terkadang langkah balas dendam digunakan. Misalnya, dia melukai dengan sesuatu yang menyayat hati, kita pun membalas dengan ucapan yang melukai dirinya. Tak pelak lagi, dia kembali membalasmu, dan semua itu akan menjadi hal yang berulang dan bahkan tanpa ujung. Stop! Bukankah kita benci saat dilukai? Kenapa kita melakukan hal yang sama? Apakah akhirnya level kita sama dengan dia?
3. Tak usah buru-buru menutup hati, mungkin ada hal yang belum kamu ketahui
Terluka mengakibatkan seseorang menutup akan apa pun yang telah melukainya. Namun, kita bahkan tak tahu sebenarnya bagaimana dia menjalani hidup. Seperti bintang yang berkelip di langit, kita tak tahu dia sekarang memang tengah berkelip atau malah sudah mati berjuta-juta tahun yang lalu. Cahaya bintang dapat terdistorsi saat dipancarkan sampai ke bumi, seperti itulah dia yang mungkin terdistorsi perilakunya karena kisah hidupnya. Who knows?
