Bernas.id ? Mengenai akhlak Rasulullah, tak akan habis kita memperbincangkannya. Begitu pun dengan akhlak para sahabat beliau termasuk, Abu Bakar Ash-sidiq.Yang bikin kita seolah terpana dan tak percaya ketika Rasulullah diancam hendak dibunuh oleh musuh. Bagaimana sahabat Abu Bakar Ash-sidiq dengan berbagai cara mendampingi Rasulullah, agar Rasulullah selamat dari incaran para tentara kafir quraisy.
Dalam sebuah kisah dinyatakan bahwa Abu Bakar sampai menggendong Rasulullah saw ke puncak bukit tersebut. Kemudian ketika beliau hendak ikut masuk ke dalam gua, pun Abu Bakar berusaha menyeterilkan dari gangguan binatang yang mematikan di dalam gua tersebut. Semua lubang di gua tersebut ditutupinya, agar memberi kenyamanan kepada Rasulullah. Ketika masih ada lubang tersisa, ternyata beliau tutupi dengan kakinya.
Sementara di dalam gua itu, Rasulullah saw dipersilakan untuk tidur dipangkuan Abu Bakar. Dan, Rasulullah yang terlelap karena kelelahan demi menyelamatkan Islam agar tersebar ke seluruh dunia. Karena kaki yang digunakan menutup lubang tersebut digigit binatang berbisa maka dengan sekuat tenaga Abu Bakar mencoba untuk menahan dirinya agar Rasululah saw tidak terganggu istirahatnya. Namun, karena sakitnya luar biasa, tak terasa air mata Abu Bakar pun meleleh dan jatuh di pipinya. Maka Rasulullah akhirnya terbangun dan bertanya kepada Abu Bakar. Ketika tahu sahabatnya yang setia digigit binatang berbisa, Rasulullah pun mengusapkan ludahnya ke kaki Abu Bakar yang sakit. Akhirnya dengan izin Allah, Abu Bakar pun sembuh.
Selain Abu Bakar, sahabat Ali bin Abi Thalib pun demikian. Begitu cintanya kepada sang Nabi, hingga dengan gagah berani menggantikan Rasulullah tidur dipembaringannya. Padahal jika dipikir sangat berisiko mendapat penganiayaan, sebagai akibat kekesalan dari para tentara yang kecewa karena yang mencari tapi tidak menemukan Rasulullah. Namun, karena cinta dan demi agama Allah, Ali bin Abi Thalib pun dengan gagah berani melakukan hal tersebut.
Nah mestinya kita pun dalam bersahabat betul-betul setia dan paham dengan sahabat kita sendiri. Inilah cara memilih sahabat:
1. Orang yang berakal. Sebab orang yang bodoh hanya akan menyebabkan cekcok dan keretakan yang berakhir dengan permusuhan.
2. Orang yang baik akhlaknya. Sebagaimana diikatakan oleh Al-qomah Al-tharidy kepada puteranya:
Wahai anakku! Apabila engkau hendak menjalin persahabatan dengan seseorang, maka pilihlah orang-orang yang memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
- Dapat menjagamu, apabila engkau berkhidmah kepadanya
- Dapat memperbaiki akhlakmu, apabila engkau berteman dengannya
- Dapat membentumu, apabila engkau sedang memerlukan bantan
- Selalu membalas jasa baikmu dengan ebaikan pula
- Selalu mengakui kebaikanmu
- Selalu menutupi kejelekanmu
- Dapat menghargai atau mempercayai ucapanmu
- Selalu memberi bantuan apabila engkau mengerjakan sesuatu
- Mau mengalah apabila engkau berebut sesuatu denganmu (Al-Ghazali:Al-Hidayah:1418:191)
3. Orang yang saleh. Janganlah berteman dengan orang yang fasiq, yaitu orang yang terus menerus melakukan dosa besar. Karena jika bergaul dengan orang fasiq dan melihat kefasikan secara terus menerus dapat menghlangkan kebencian terhadap kemaksiatan, lalu menganggap enteng kemaksiatan, sehingga gampang berbuat kemaksiatan itu.
4. Tidak rakus dengan harta. Jangan bersahabat dengan orang cinta dunia, karena bersahabat dengan orang cinta dunia merupakan racun yang ganas, sehingga menular watak tersebuut.
5. Orang jujur. Jangan bersahabat dengan pendusta bisa jadi nanti tertipu akan kelicinan lidahnya.
