Bernas.id – Apa yang paling menyenangkan dalam hidupmu? Dipertemukan dengan idaman hati atau dinikahi oleh pembimbing hati? Keduanya sama membahagiakan, tapi berbeda di awal pertemuan. Jika idaman hati datang hanya untuk mampir, maka itu sama artinya dengan intermezzo. Sedangkan menikah dengan orang yang tak dikenal sebelumnya akan menimbulkan banyak tanya dan keraguan. Kamu yang selalu menjadi penggerak generasi penerus, sudah seberapa jauh persiapan bekalmu? Sebagai wanita, apakah kamu berhak memilih? Jika pun dipilih, apakah kamu adalah wanita impian?
Wanita memiliki tempat yang spesial dibanding kaum lelaki. Seperti apa kata Ustaz Salim A. Fillah tentang wanita, ?Bukan dari tulang ubun ia dicipta, berbahaya menjadikannya disanjung dan dipuja. Bukan dari tulang kaki, tak pula tuk diinjak diperbudak. Tetapi sebagai tanda kebesaran-Nya, Allah cipta istri dari tulang rusuk, dekat ke jantung hati tuk dicintai, dekat ke tangan tuk dilindungi.?
Membeli makanan di pasar tentu akan dicari yang paling enak. Namun, sebelum itu pastilah tampilan luar yang awalnya menggoda selera. Jika makanan yang dibeli adalah di tepian jalan, makanan tertutup atau berbungkus pastilah lebih diminati. Alasannya adalah terlindung dari asap.
Contoh makanan di atas sama halnya dengan wanita. Lelaki melamar. Itu berarti mereka punya hak untuk memilih dan kita sebagai wanita berada di posisi yang dipilih. Bagaimana agar kita dipilih? ?Sebaik-sebaik perhiasan di dunia adalah wanita shalihah.? Kalimat mutiara ini adalah jawabannya. Jika harus memilih antara lontong yang masih terbungkus dengan lontong yang sudah terbuka dan terjatuh di jalan, manakah yang kamu pilih? Analogi dasar terpilihnya kamu oleh kaum Adam juga tak jauh beda dengan pemilihan lontong tersebut.
Jika kamu belum siap membalutkan kerudung pada kepalamu, kamu bisa mencobanya bertahap. Jika kerudungmu belum sepanjang yang diharuskan, kamu bisa dengan mengkonsistenkan pemakaian kerudung semampumu. Tapi ingatlah tentang satu hal. Anjuran menutup aurat bukan pilihan melainkan kewajiban.
?Masa iya sih, cuma laki-laki saja yang bisa milih.? Ini tidak sepenuhnya benar. Wanita juga berhak memilih. Kamu boleh menetapkan banyak kriteria untuk imammu nanti. Tapi faktor kesetaraan berlaku disini lo. Inginkan yang saleh, maka salehahkan dirimu. Inginkan akhlak yang baik, maka perbaiki akhlakmu. Inginkan yang rajin ibadah, maka rutinkan dulu ibadahmu.
Sebagai wanita, mau memilih atau dipilih? Keduanya tergantung pilihanmu.
