Bernas.id – Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang harganya terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Tak jarang masyarakat menjadikan telur sebagai salah satu bahan makanan yang wajib ada di rumah. Selain karena harganya yang murah, telur juga mengandung zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh, salah satunya adalah kolin. Kandungan kolin pada telur termasuk tinggi, sebesar 115 mg pada setiap butirnya. Tingginya kandungan kolin pada telur bermanfaat bagi perkembangan memori dan kemampuan bayi dalam memproses informasi.
Ibu hamil selama ini disarankan untuk mengkonsumsi 480 mg kolin setiap harinya. Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Marie Caudill menunjukkan bahwa untuk hasil yang lebih optimal, ibu hamil seharusnya menerima asupan kolin dua kali lipat dari jumlah yang disarankan yakni sebanyak 930 mg atau setara dengan 9 butir setiap harinya. Akan tetapi sebagian besar ibu hamil gagal memenuhi kebutuhan kolin tersebut, salah satu penyebabnya adalah stigma buruk yang beredar di masyarakat bahwa telur akan meningkatkan kadar kolesterol pada tubuh.
Profesor dari Universitas Cornell itu telah membuktikan melalui penelitian pada 26 ibu hamil yang memasuki usia kehamilan trimester ketiga. Caudill membagi responden menjadi dua kelompok, kelompok pertama diminta untuk mengonsumsi kolin sebesar 480 mg setiap hari, sedangkan kelompok lainnya diminta untuk mengonsumsi kolin sebesar 930 mg. Konsumi kolin dilakukan hingga kedua kelompok ibu melahirkan. Penelitian dilanjutkan dengan melakukan pengamatan terhadap kondisi bayi pada dua kelompok tersebut pada usia empat, tujuh, sepuluh dan tiga belas bulan.
Hasilnya, ibu yang asupan kolinnya sebesar 930 mg setiap harinya melahirkan bayi dengan perkembangan kognitif yang lebih cepat dibandingkan dengan ibu yang hanya mengkonsumsi kolin sebesar 480 mg setiap harinya. Perkembangan kognitif inilah yang dinilai dapat mempengaruhi IQ seseorang, sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumsi 9 telur setiap harinya berpotensi meningkatkan IQ anak. Meskipun begitu Caudill menyarankan bahwa telur yang dikonsumsi ibu hamil harus dimasak hingga kuning telurnya padat, hal ini dilakukan untuk mematikan bakteri Salmonella yang membahayakan kesehatan ibu hamil. Selain konsumsi telur, asupan kolin juga bisa didapatkan dari kacang-kacangan, daging ayam, daging sapi maupun ikan.
