Bernas.id – Dalam dunia kerja, hubungan atasan dan bawahan tidak selalu berjalan dengan harmonis. Berbagai macam gaya kepemimpinan atasan terhadap bawahan seperti: gaya kepemimpinan yang easy going, baik dan bijaksana, tegas, otoriter, pemarah, dan lain sebagainya, bisa berpengaruh terhadap kinerja dan mental bawahan. Apalagi jika kamu memiliki atasan yang terkenal dengan sikapnya yang pemarah dan galak.
Menghadapi sikap atasan yang seperti ABG labil, bisa membuat kamu stres karena setiap saat harus menerima perlakuannya yang membuatmu merasa kesal. Ingin resign, tapi kondisimu lagi tidak memungkinkan. Maka mau tidak mau kamu harus bertahan dengan sikap pemarah yang dimiliki atasan.
Untukmu, yang sedang menghadapi atasan dengan tipe ini, kamu perlu menerapkan beberapa hal ini:
1. Mendengarkan
Saat atasanmu sedang tidak mood dan melampiaskan amarahnya terhadapmu karena tugas yang diberikan kepadamu tidak sesuai dengan ia perintahkan, kamu pun hanya bisa 'melongo' karena tidak tahu di mana letak kesalahanmu. Jika ini terjadi, cobalah untuk mendengarkan semua omelan-omelan yang ditujukan kepadamu.
2. Senyuman
Meski keadaan sedang tidak memungkinkan untuk melarikan diri dari perlakuan atasan yang sedang mengomelimu, maka kembangkan senyuman manis yang kamu miliki di sudut bibirmu. Senyuman mampu memperbesar hatimu yang mulai mengerdil. Dalam keadaan tegang sekali pun, kamu jangan lupa untuk selalu tersenyum. Tarik napasmu, lalu buang ke udara. Jangan ke muka atasanmu!
3. Jangan Gugup
Kuatkan mentalmu saat menghadapi atasan yang pemarah dan galak dengan cara tidak gugup. Jika kamu sudah menciut lebih dulu, maka sama saja dengan pecundang. Hadapi dengan gentle, yah!
4. Jangan Berdebat
Ada saatnya bagi kita untuk berdebat. Jika perdebatan hanya membuat suasana menjadi runyam terlebih menguras emosi, lebih baik jangan terlalu hiraukan. Seperti yang telah dijelaskan di poin nomor 1, dengarkan apa yang disampaikan atasanmu, meskipun terdengar seperti petasan kaleng. Karena dibalik omelannya yang terkesan pedas, tersimpan kata-kata mutiara. Eh, nasihat tersembunyi!
5. Jangan Masukkan Dalam Hati
Semua perkataan pedas atasan terhadapmu, jangan pernah masukkan ke dalam hati. Apalagi, jangan sampai kamu menyimpan dendam dan rasa sakit hati pada atasanmu. Cobalah menerima semua kritikan dan saran dengan pikiran yang terbuka dan hati yang lapang. Jangan sampai kamu terkena serangan jantung akibat makan hati.
6. Berperilaku Sopan
Apapun masalahnya, tetaplah berlaku sopan terhadap atasan. Atasan akan menyukai bawahan yang sikapnya sopan dan attitude-nya baik. Sebagaimana kamu ingin dihargai dan dihormati, maka cobalah lebih dulu untuk menghargai dan menghormati atasanmu.
7. Jadikan Atasan Sebagai Teman
Meski tampangnya yang terlihat sangar dan menyeramkan saat berhadapan dengannya, bukan berarti kamu menganggapnya sebagai musuh. Jangan sungkan untuk menegur, menyapa, dan mengajaknya berbicara di luar pekerjaan. Ciptakanlah hubungan yang harmonis dengan atasanmu dengan melakukan pendekatan dari hati ke hati. Ibarat kata, kamu harus 'agresif' untuk mendekati atasanmu lebih dulu. Jangan sungkan-sungkan untuk menyuarakan isi hatimu mengenai kesulitan-kesulitan yang kamu hadapi di tempat kerja.
Kamu juga bisa melakukan hal-hal asyik terhadap atasanmu, seperti saat hari libur kamu bisa mengajaknya nge-gym bareng, mancing di danau, dan lain-lain. Ketika atasanmu ulang tahun, maka berikan hadiah terbaik yang kamu miliki. Tapi, pastikan semua yang kamu lakukan tidak di salahartikan sebagai bentuk 'cari muka' oleh atasanmu atau rekan kerjamu, yah!
8. Jadikan Evaluasi Diri
Sikap marahnya yang kadang-kadang tidak beralasan, membuatmu heran setengah mati karena kamu tidak tahu di mana letak kesalahanmu. Tapi, jangan dulu merasa kesal dan sakit hati. Tidak ada salahnya bagimu untuk mencari tahu di mana letak kesalahanmu. Ini bertujuan agar kamu bisa menjadikan kesalahan tersebut sebagai evaluasi diri ke depannya.
9. ?Ikuti Cara Kerjanya
Selama itu tidak bertentangan dengan prinsip yang kamu jalani, maka jangan banyak melawan. Jika diperintahkan atasan, lebih baik kamu menuruti saja. Karena bawahan yang baik adalah mereka yang patuh dan taat dengan atasannya.
10. Lakukan Inisiatif
Kemarahan atasan bisa jadi karena kamu tidak melakukan apa yang sesuai dengan yang diperintahkan. Cobalah dari sekarang untuk melakukan inisiatif sendiri dalam mengerjakan tugas dari atasanmu tanpa diperintah. Gunakan instingmu untuk membaca pola pikir atasanmu.
Sudah tahu kan bagaimana caranya menghadapi atasan yang pemarah? Yuk, coba praktekkan, guys!
