Bernas.id – Kain tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam.
Tapis Lampung termasuk kerajinan tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan dengan tangan oleh pengrajin. Kain tapis juga merupakan salah satu pakaian tradisional Lampung yang identik dengan warna gemerlap khususnya keemasan.
Motif-motif yang digunakan dalam pembuatan kain tapis pada umumnya mengangkat tema alam, terutama flora dan fauna. Motif ini berbeda-beda sesuai dengan asal daerahnya masing-masing seperti tapis pepedun, tapis peminggir, tapis liwa dan tapis abung.
Nah, seiring dengan perkembangan zaman, kain tapis dibuat dengan teknik bordir menggunakan mesin. Kelebihannya memang lebih cepat, namun dari segi kualitas jelas lebih bagus yang produksi secara tradisional. Untuk pembuatannya cukup rumit. Kain tapis tradisional yang dikerjakan secara manual memakan waktu berminggu-minggu loh bahkan lebih.
Sedangkan untuk bahan utamanya berasal dari benang katun dan benang emas. Benang katun adalah benang yang berasal dari bahan kapas. Sedangkan benang emas dipakai untuk membuat ragam hias pada kain tapis dengan cara disulam.
Peralatan dalam membuat kain tapis terdiri dari:
-Khambak/kapas Yaitu bahan baku yang digunakan untuk membuat benang
-Pantis/lilin sarang lebah untuk merenggangkan benang
-Kepompong ulat sutera untuk membuat benang sutera
-Akar serai wangi untuk bahan pengawet benang agar benang tidak mudah rapuh.
Lalu, fungsi kain tapis itu apa sih?
Seperti pakaian adat lainnya, kain tapis memiliki makna tersendiri terutama bagi masyarakat adat Lampung. Kain tapis juga memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan siapa dan kapan kain tapis digunakan.
Itulah keunikan kain tapis Lampung. Sebagai generasi penerus bangsa yang baik, jaga dan lestarikan adat budaya leluhur kita ya.
Semoga bermanfaat.