Bernas.id – Budaya merupakan hal yang tidak bisa kita hindari. Dengan adanya sistem, budaya begitu mendarah daging dalam setiap lembaran kehidupan masyarakat terutama di negara Pancasila ini. Budaya sendiri dalam KBBI (1) pikiran; akal budi; hasil. (2) adat istiadat: menyelidiki bahasa. (3) sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang (beradab, maju), dan (4) sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah.
Budaya di Indonesia ini sudah menjamur kemana-mana, setiap daerah mempunyai budaya masing-masing. Misalkan ada yang hafal budaya di Indonesia pastinya orang itu sangat cerdas dan panjang ingatannya. Apakah di antara kalian ada yang mempunyai kelebihan seperti itu? berbicara budaya seakan-akan tiada habisnya. Baik dari warisan nenek moyang yang terus kita lestarikan sampai yang sudah kita lupakan, saking banyaknya budaya di Indonesia.
Budaya mempunyai hasil positif dan negatif. Saking merajanya sebuah budaya, ada yang bisa memperlihatkan kecerobohan seseorang. Awas dengan kata-kata ?malu bertanya sesat di jalan?, sepintas begitu menerawang penuh dengan pencerahan, namun pada kenyataannya kata-kata itu bisa menjadi buah simalakama bagi kita. Bisa dikatakan bahwa kata-kata itu tidak mengajarkan untuk membaca.
Ya, membaca. Banyak kita jumpai di media sosial orang-orang bertanya ini itu dalam sebuah caption penjualan atau yang lagi traveling. Konyolnya adalah si penanya menanyakan hal yang sudah ditulis oleh penulis itu sendiri. Budaya ini yang sudah keterlaluan menjamurnya, makanya sering ada kata-kata budayakan dulu membaca sebelum bertanya. Maka KBBI tidak salah pada poin ke empat bahwasanya budaya merupakan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sukar diubah.
?Sukar diubah? merupakan sesuatu yang begitu melekat, kids zaman now ikut terkontaminasi dengan yang namanya tidak membaca dulu. Mari ubah mindset kita untuk membaca dulu sebelum bertanya. Setiap yang dibicarakan merupakan perwakilan sikap kita terhadap lawan bicara kita, ketika kita seperti itu maka dia pasti tahu betapa cerobohnya lawan bicara sehingga bertanya yang sudah ada jawabannya. Buang jauh-jauh budaya kurang baca, dekatkan dengan kegiatan literasi di sekolah, ketahuilah dengan membaca apapun bisa kita tahu.
