Bernas.id – Setiap orang pasti pernah merasakan sakit. Jika tidak kunjung sembuh, maka biasanya kita memutuskan berobat ke klinik, puskesmas atau sejenisnya. Kita akan diberikan lembar resep usai diperiksa oleh dokter. Anda mungkin bisa membaca tulisan dokter jika tulisannya jelas. Namun realitanya banyak orang yang kesulitan memahami tulisan dokter bahkan petugas kesehatan sekalipun. Ada berbagai macam nama obat yang sudah berkembang sampai saat ini. Anda masih ingin tahu bagaimana cara mudah membaca resep?
Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter, dokter gigi, dokter hewan yang diberi izin berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kepada apoteker pengelola apotek untuk menyiapkan dan atau membuat, meracik serta menyerahkan obat kepada pasien (Syamsuni, 2006). Pada peraturan pemerintah dianjurkan untuk para dokter meresepkan obat dalam nama generik. Obat dengan nama generik berharga lebih murah dibanding dengan obat paten. Sasaran penyediaan obat ini lebih diutamakan pada masyarakat kalangan menengah ke bawah. Sayangnya, belum semua dokter mematuhi peraturan ini.
Baca juga: Interpretasi : Pengertian , Tujuan, dan Macam-macamnya
Ada baiknya jika kita sebagai penerima resep mampu meraba apa yang dituliskan dokter pada resep. Apa yang terbetik pada pikiran Anda jika mengingat tulisan dokter? Ada yang huruf awalnya saja jelas lalu diakhiri dengan garis lurus horizontal. Ada pula yang tulisannya mirip sandi rumput. Banyak lagi ragam tulisan sang dokter.
Kepandaian membaca resep menjadi penting tidak untuk petugas kesehatan saja tapi akan lebih baik jika kita sebagai penerima resep juga paham isi resep. Ini sebagai siasat jikalau kita harus terpaksa membeli obat di luar rumah sakit. Sudah menjadi tanggung jawab bagi rumah sakit untuk menyediakan berbagai obat. Terlebih bagi fasilitas kesehatan pemerintah yang berkeharusan menjaga ketersediaan obat wajib rumah sakit atau sejenisnya. Meski begitu ada saja obat yang kosong. Kita tidak bisa menyalahkan rumah sakit karena keadaan ke depan tidak bisa diperkirakan secara pasti.
Jika resep ditulis dengan nama obat paten dan kita mampu membacanya, kita bisa punya pilihan lain. Kita bisa memutuskan untuk membeli nama obat generiknya. Toh fungsinya obat generik dan paten adalah sama.
Kelihaian memahami resep dapat dimulai dengan rajin membaca buku farmasi. Ini adalah modal awal bagi pustaka pengetahuan kita sendiri. Selain itu, alangkah baiknya pula jika kita sering meng-update berita terbaru soal ilmu kefarmasian atau apapun tentang perkembangan obat. Rajin-rajinlah berlatih membaca resep. Tidak harus langsung mahir, cukup bertahap dan rutin. Belajar dengan orang-orang yang ahli di bidangnya.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
