Bernas.id – Masyarakat kita selalu melarang anak-anaknya ataupun orang dewasa keluar rumah saat maghrib. Terkait mitos yang dipercaya secara turun temurun, ada juga penjelasan ilmiahnya loh, kenapa kita dilarang keluar rumah saat maghrib?
Maghrib merupakan waktu shalat 3 rakaat yang dilakukan saat bumi berpindah waktu dari siang menjadi malam hari. Para orang tua percaya pada waktu maghrib setan-setan banyak berkeliaran. Selain itu dapat dijelaskan dalam Sahih Muslim Nabi Muhammad SAW, bersabda:
?Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi-bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu, jika sesaat malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu-pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup. Dan tutup rapat-rapat tempat air kalian dan sebutlah nama Allah. Dan tutup tempat makan kalian dan sebutlah nama Allah. Meskipun kalian mendapatkan sesuatu padanya.?
Sebuah buku ilmiah keagamaan karya prof. DR. Ir. H. Osly Rachman, Ms berjudul “The Science Of Shalat” yang diterbitkan Qultummedia menjelaskan bahwa menjelang maghrib, alam akan berubah menjadi spektrum cahaya berwarna merah. Cahaya merupakan gelombang elektromagnetis yang memiliki spektrum warna yang berbeda satu sama lain. Setiap warna dalam spektrum mempunyai energi, frekuensi dan panjang gelombang yang berbeda.
Dalam buku tersebut dijelaskan ketika maghrib tiba, terjadi perubahan spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis, yakni spektrum warna merah. Saat maghrib, jin dan iblis sangat bertenaga karena memiliki resonansi bersamaan dengan warna alam.
Pada waktu maghrib kita dihimbau untuk menjauh dari hewan, mengurangi kecepatan saat mengemudi, tidak boleh jalan-jalan di tempat sepi, melempar batu ke kamar mandi dan juga menutup pintu rumah.
Meskipun hanya mitos, tetapi didukung dengan hadist Rasulullah dan juga bisa dijelaskan secara ilmiah. Jadi, sebaiknya saat maghrib kita harus berada di dalam rumah ya.
Semoga bermanfaat.
