Bernas.id – Obrolan merupakan kegiatan untuk meracik tema yang belum dibahas, obrolan terjadi pada siapa saja. Baik dari ranah anak-anak, remaja, dewasa, bahkan sudah tua sekalipun. Obrolan yang paling mengasikkan dengan ditemani oleh secangkir kopi atau secangkir teh. Menurut KBBI, obrolah merupakan percakapan ringan santai.
Obrolan dengan tingkat faedah yang tinggi yaitu obrolan dengan membahas bisnis, politik, atau pendidikan. Namun obrolan yang sering kita jumpai pada siswa, berbeda dengan obrolan orang dewasa. Siswa lebih tertarik dengan obrolan yang tidak berfaedah. Seolah-olah obrolan mereka tiada ending-nya, sebelum mereka pecah pasti saja ada yang akan diomongkan, baik itu tentang game, hobi dan yang lainnya.
Topik mereka benar-benar tidak pernah habis, banyak sekali gagasan-gagasan yang mereka punya. Lelah jika harus memerhatikan mereka saat sedang mengobrol, rasa ingin tahu mereka begitu dalam, apapun mereka gali untuk menghasilkan obrolan yang baru. Tiada hari tanpa omongan, dalam perihal ini terjadi karena situasi yang mengontrol mereka. Situasi itu datang pada saat mereka sedang bosan, siswa sering mendapatkan hal yang selalu membosankan, bahkan ketika mereka sedang dalam kegiatan literasi mereka sempat-sempatnya untuk mengobrol.
Ironisnya dalam kegiatan mengobrol mereka selalu ada bahasan-bahasan yang nyeleneh, bahkan mereka bisa mengganggu temannya hanya untuk mendengarkan obrolan mereka. Kejadian ini harusnya menjadi sebuah prioritas untuk dibina supaya menjadi lebih baik dari generasi ke generasi. Obrolan yang tidak berfaedah pada siswa harus dikikis perlahan supaya generasi kita tidak hanya berani ngomong saja. Dengan kejadian ini, kita bisa harus bisa mengendalikan siswa dengan cara menjadi pusat perhatian bagi mereka. Ibarat kata 1000 jalan menuju Roma, untuk mengedepankan mutu siswa, kita harus bisa mengubah sistem obrolan itu menjadi bermakna.
