JAKARTA, Bernas.id — Saat ini, semua perusahaan di dunia, termasuk Indonesia, wajib bertransformasi di era digital. Menurut laporan Forbes, majalah bisnis terkemuka di AS, sebanyak 21 perusahaan retail besar di Amerika Serikat menutup 3.591 tokonya pada tahun 2017.
Gartner, sebuah lembaga penelitian, memprediksi bahwa pada tahun 2020 nanti, sebanyak 75 persen bisnis akan bertransformasi menjadi berbasis digital. Sayangnya, hanya 30 persen yang akan sukses. “Suka tidak suka, fenomena ini telah terjadi di Indonesia sekarang juga. Banyak perusahaan retail lokal yang mulai menutup sebagian dari tokonya, seperti Ramayana, Matahari, termasuk franchise berbasis international seperti Lotus, Debenhams serta GAP,” ujar Direktur Feedr Academy, Adez Aulia, kepada Harian Bernas, di Jakarta, Senin (8/1/2018). Adez melanjutkan, “Apakah Anda siap menyambut era transformasi saat ini?”
Dalam kondisi ini, ujar dia, transformasi digital akan menjadi sebuah keharusan yang tidak terelakkan. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang masih bingung mengenai langkah apa yang harus dilakukan untuk memastikan dirinya bisa bertahan dan bahkan sukses di era transformasi ini.
Menjawab tantangan ini, Adez Aulia menjelaskan, Feedr Academy yakni knowledge center (pusat pengetahuan) di bidang digital dan e-commerce, akan mengadakan seminar yang berjudul “How to Survive and Success in Digital Transformation Era”. Seminar ini akan diadakan di Jakarta pada hari Kamis, 25 Januari 2018 di Hotel Aston Kuningan at The Suites, Jakarta.
Adez yang mantan Headmaster OLX Academy ini memaparkan seminar dengan para pembicara tingkat nasional dan internasional di bidang digital dan ecommerce ini berharap dapat membantu para pelaku bidang retail, FMCG, Logistik, Perbankan dan Keuangan, Farmasi dan Kesehatan, Building Property, Industri Otomotif dan banyak industri lainnya untuk memulai transformasi digital di perusahaan masing-masing.
Pada seminar kali ini, para pembicara akan berbagi dan akan memandu para peserta berdasarkan pengalaman mereka pada lintas industri untuk melihat posisi bisnis saat ini dalam lanskap digital terkini. “Peserta juga akan mendapatkan masukan bagaimana membangun road map (peta jalan) transformasi digital,” terangnya. Tentunya seminar ini juga akan diperkaya dengan beberapa kisah sukses para pembicara saat memulai proses transformasi digital pada berbagai industri yang telah mereka lalui.
Semua peserta akan mendapatkan ilmu A hingga Z mengenai permasalahan dan solusi transformasi digital; bagaimana memulai pergeseran pola pikir untuk mendorong inovasi di perusahaan; bagaimana mengimplementasikan transformasi digital; dan bagaimana memilih teknologi yang paling sesuai untuk transformasi perusahaan.
Seminar ini akan menghadirkan pembicara-pembicara seperti; Subiakto Priosoedarsono, seorang Branding Expert legendaris di Tanah Air. Kedua, Hadi Kuncoro, seorag pakar di bidang Supply Chain, Retail Management dan Business Model Design. Pembicara ketiga yakni Muliadi W Jeo, pakar di bidang omnichannel teknologi, serta pembicara lainnya, yaitu Riyeke Ustadianto, pakar internet marketing dan Budi Handoko, pakar logistik.
Sesi Seminar
Sesi pertama akan membahas Transformasi 3 (tiga) zaman. Bagaimana Subiakto Priosoedarsono, sebagai saksi hidup sejarah mengalami transformasi di 3 (tiga) zaman, sejak media cetak, pindah berjayanya radio dan televisi dan akhirnya kebangkitan digital pada jaman sekarang. Menjadi bagian dari tradisional retail, modern retail dan sekarang Ecommerce.
Sesi kedua ada Hadi Kuncoro, yang akan membahas solusi A hingga Z bagaimana mempersiapkan bisnis untuk go digital, apa saja yang harus dipersiapkan membangun road map digital transformation, bisnis model baru dan change management. Termasuk juga langkah perlangkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan.
Sesi ketiga akan membahas mengenai Omni Channel Technology. Muliadi W Jeo akan membawa para peserta melalui consumer journey, yaitu dari pemesanan secara online, hingga pelanggan menerima pesanan di depan pintu rumahnya masing-masing. Consumer Journey ini tentu akan dilengkapi dengan saran mengenai teknologi mana yang paling pas sesuai kebutuhan konsumen. Acara akan ditutup oleh Panel Discussion yang akan membahas mengenai Change Management dan Inovasi yang merupakan kunci sukses dalam melakukan tranformasi digital.
Adez menambahkan transformasi digital itu ibarat seseorang (pebisnis) ingin mencapai puncak Everest. Seorang pebisnis ini tidak bisa sekedar mengatakan, ?Hey! kita akan sampai di puncak!? “Cita-cita saja tidak cukup, kita harus mempunyai peta dan langkah demi langkah secara detail, termasuk mempersiapkan biaya, kesiapan fisik dan mental,” urai Adez memberikan ilustrasi.
Seperti para sherpa atau pemandu gunung di puncak everest yang telah sampai di puncak berkali-kali, para pembicara ini akan membimbing para peserta untuk bisa mencapai puncak impian. “Pembicara akan menyediakan roadmap, langkah perlangkah dan tips agar peserta mencapai transformasi digital dengan cara yang lebih jelas, lebih mudah dan terukur,” pungkasnya.
