Bernas.id – Banyak yang belum tahu bahwa 2000 tahun sebelum makhluk diciptakan ternyata Alquran sudah dibacakan oleh Allah kepada para malaikat, yakni surat Yasin dan surat Toha. Ketika itu para malaikat berkata alangkah beruntungnya umat yang diturunkan kepadanya Alquran. Siapa umat itu ya, ternyata umat itu adalah manusia. Pertanyaan besarnya apakah kita sudah mengucapkan syukur atas nikmat tak terhingga ini yang membuat makhluk lain iri?
Semestinya kita mensyukuri nikmat atas diturunkannya Alquran kepada kita. Bersyukur bukan hanya sekadar senang dan mengucapkan ?Alhamdulillah?. Meski begitu, tetap lebih baik daripada tidak bersyukur. Bersyukur ketika menyadari bahwa kita adalah umat yang beruntung karena mendapatkan Alquran dengan cara membacanya dan merenungi isinya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alquran sebagai pedoman hidup hendaknya menjadi acuan setiap perbuatan kita yang akan kita lakukan. Apakah perilaku kita sudah sesuai belum dengan tuntunan Alquran. Jika belum sesuai, hendaknya kembali mengintrospeksi diri agar tidak tersesat lebih jauh. Alquran sebagai petunjuk agar manusia senantiasa berada di jalan yang lurus dan diridai oleh Allah.
Seluruh aturan Alquran ini dikenal dengan isi kandungan Alquran. Berikut di antaranya isi kandungan Alquran, yang hendaknya dijadikan sebagai sumber rujukan kehidupan setiap muslim, dalam melangkah menjalani kehidupannya agar selamat di dunia maupun di akhirat.
1. Tauhid
Alquran berisi ayat-ayat tentang ke-Esa-an Allah. Bahwa manusia hendaknya hanya menggantungkan hidupnya kepada Allah, tidak kepada yang lain. Karena Allah yang Maha Esa, tempat bergantung seluruh makhluk dan hanya Dia yang wajib disembah dan dimintai pertolongan. Seperti halnya nabi Yunus as yang hanya berserah diri kepada Allah. Jika kita pikir dengan menggunakan akal, semata kiranya tidak akan samapi. Karena berada di dalam perut ikan di tengah lautan bisa selamat dan hidup kembali.
Ternyata setelah nabi Yunus as mohon ampun dan hanya berserah diri kepada Allah. Maka pertolongan Allah pun datang dengan cara ikan tersebut memuntahkannya di tempat asing tak berpenghuni. Hanya dengan kalimat, ?lailaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadz dzolimiin.?
Begitu pun dengan nabi Musa as. Di saat beliau terdesak, tidak ada kekuatan apapun di depannya ada lautan, sedangkan di belakangnya ada tentara Fir?aun mengejar. Namun dengan penyerahan diri kepada Allah, akhirnya pertolongan datang. Sehingga beliau dan pasukannya bisa selamat menyebrangi lautan, sementara Fir?aun dan bala tentaranya ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah. Sehingga tamatlah riwayatnya dan menjadi ibrah bagi manusia di kemudian hari.
2. Sejarah umat terdahulu
Jika kita perhatikan isi Alquran banyak bercerita mengenai umat terdahulu yang membangkang kepada Allah, sehingga kita dapat mengambil pelajaran dari mereka. Terutama bagi umat yang durhaka jangan sampai kita termasuk seperti itu dengan mengulangi perbuatannya. Mungkin dapat dicontohkan bagaimana cerita Qarun diceritaka oleh Allah, dalam Alquran surat al-Qashash.
Karena kedurhakaannya, Qarun yang kaya raya ditenggelamkan beserta seluruh harta bendanya. Karena dia merasa, bahwa apa yang dia punya adalah semata hasil kerja kerasnya, bukan karena nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.
Sejarah lainnya adalah bagaimana ketika tujuh pemuda yang ditidurkan oleh Allah dalam sebuah gua selama 309 tahun. Semua yang diceritakan dalam Alquran, merupakan cerita yang benar dan membuat kita semakin kagum akan kekuasaan Allah. Demikian di antara sebagian isi kandungan Alquran, yang membuat kita semakin dekat kepada allah. Semoga kita dapat mengambil pelajaran darinya. Aamiin.
