Bernas.id – kemalasan merupakan hal yang paling disulit kita hadapi, bermalas-malas ria adalah kenyamanan yang tiada tara. Bagaimana bisa begitu? Karena malas berarti tidak melakukan sesuatu. Tidak ada istilah yang namanya malas membangun yang ada malah hoax membangun. Keunikan ini bisa kita peroleh dari peradaban zaman now, lengkap dengan kata membangun merupakan sebuah kata yang menggelegar.
Malas identik dengan orang yang bodoh, sedangkan orang yang pintar begitu rajin melakukan suatu hal. Fenomena malas ini harus diuraikan menjadi segelintir orang saja, keadaan ini harus kita ubah dengan seksama. Cara untuk menghindari rasa malas yaitu dengan ikhlas harus rela memaksakan suatu hal. Apapun yang membuat kita goyah maka itu harus dipaksakan dihilangkan, dengan tekad yang baik semua pasti akan hilang dengan sendirinya.
Paksakan merukan kata yang jitu untuk orang-orang yang malas, bukan main kata ?paksakan? bisa membuat seseorang menjadi berkembang pemikirannya. Dengan kata itu, semua akan dilakukan meskipun dengan terpaksa. Bagaimana dengan keikhlasan? Untuk menjawab itu bisa dilihat dengan hasil. Ketika seseorang melakukan dengan dipaksakan pasti hasilnya kurang memuaskan, maka dari itu kesadarannya lah yang akan menjadi cambuk untuk mengubah kehidupannya.
Paksaan membangun akan lebih bermakna ketimbang hoax membangun, zaman now ini harus kuat-kuat menerima kenyataan. Sistem yang tidak indah maka tidak akan menemukan titik terang yang kita maksud, kadar dalam kesadaran tentang pemaksaan harus ditingkatkan lagi menjadi suatu ibadah, dengan ibadah yang taat maka kita perlahan akan mengubah sifat kita yang malas.
Jangan pernah menyerah untuk memaksakan sesuatu, semua pasti ada jalan. Kalaupun tidak bisa dipaksakan hari ini maka akan datang hari esok, pintar-pintar lah untuk berdoa dengan khusyu supaya kita diberikan umur panjang. Jangan sampai malas kita menjadi pulau yang terus luas, mulai lah, paksakan.
