Bernas.id ? Kerap kali kita banyak menyibukkan hal-hal yang tidak perlu. Hingga harapan-harapan akhirnya menguap perlahan. Otak kita menjadi terlupakan atas tujuan-tujuan yang kita ingin tuju. Hanya karena satu hal, itu adalah perkataan, pandangan, atau komentar orang lain tentang kita.
Kebanyakan dari kita adalah selalu memusingkan setiap kata yang terlontar dari orang lain terhadap kita. Menjadikan fokus kita berubah. Kepedulian kita kepada perkataan menyakitkan orang lain kepada kita membuat kita merasakan sakit di dalam dada. Sikap orang lain membuat kekesalan di dalam diri kita. Menjadikan kita ingin melakukan hal yang sama. Inilah yang salah. Ada pikiran-pikiran yang perlu kita perbaiki dan dirubah.
Allah subhanahu wa ta?ala berkata didalam firmannya yang artinya, ?Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri? (QS. Al-Isra:7). Inilah bahwa kita harus tetap terus untuk berbuat baik, tanpa mempedulikan orang lain terhadap kita. Karena kebaikan kita lakukan adalah sejatinya akan kembali pada diri kita sendiri
Namun, kita perlu cara agar kita tidak terbawa perasaan atas sikap-sikap atau perkataan orang lain yang menyakitkan diri kita, yaitu :
? Tidak mempedulikan perkataan orang lain yang menyakiti kita. Syeikh Abdurrahman As-sa?dy rahimahullah mengatakan, ?Perkataan orang lain yang menyakitkan tidak akan merugikanmu, tetapi akan merugikan diri mereka sendiri. Kecuali jika engkau menyibukkan dirimu dengan mempedulikannya, maka ketika itulah hal tersebut akan merugikanmu sebagaimana merugikan mereka. Namun jika engkau tidak mempedulikannya, maka hal itu tidak akan merugikan dirimu sama sekali? (Al-Wasailul Mufidah).
? Setelah itu fokuskan diri terhadap tujuan hidup yang sudah kita ciptakan. Gunakan waktu kita untuk hal-hal yang berguna dengan tetap fokus mencapai apa-apa yang telah kita tuju. Karena waktu sangat berharga untuk sekadar memikirkan perkataan yang menyakitkan orang lain tersebut yang hanya membuat luka di dalam diri kita.
? Teruslah untuk memperbaiki diri menjadi diri yang lebih baik. Menata hati dari hati yang penuh dengan kebencian. Mengubah pandangan yang negatif menjadi positif. Sehingga kita tidak mudah tersinggung atas perbuatan yang menyakitkan orang lain terhadap kita. Bisa saja pandangan kita yang salah atau arti dari sikap orang lain kepada kita yang tidak kita mengerti.
Itulah tadi beberapa hal yang harus kita pahami, agar hidup kita selalu bahagia sampai kapanpun nanti. Waktu sangat berharga untuk tidak melakukan banyak hal-hal baik.
