Bernas.id – Benarkah wanita identik dengan cengeng? Wanita mudah sekali menangis jika dibanding dengan lelaki. Hal ini terbukti dari penelitian seorang Psikolog asal Tillburg, Belanda, Profesor Ad Vingerhoets dalam setahun wanita menangis sebanyak 30-64 kali sedangkan laki-laki hanya 6-17 kali. Apakah ini berarti wanita lebih sering mengalami tekanan?
Menangis bukanlah hal yang disengaja. Apalagi jika tangisan tersebut berasal dari wanita. Saat sedih, menangis. Saat marah, menangis. Saat bahagia pun, lagi-lagi menangis. Jika diteliti dari sudut pandang kesehatan ini terjadi karena wanita memiliki hormon prolaktin dengan kadar tinggi. Prolaktin membuat wanita berkeinginan menangis. Bahkan saat hamil, jumlah hormon ini meningkat.
Selain itu, wanita memiliki saluran air mata yang lebih pendek dan dangkal dibanding lelaki. Ini juga menjadi faktor fisiologis yang membuat wanita gampang menangis. Terlepas dari itu semua, si cengeng justru mempunyai jiwa tangguh di balik air matanya.
Si cengeng bisa menangis hanya karena hal sepele. Menyaksikan kesulitan orang lain. Melihat anak yang kelaparan. Berpapasan dengan kesengsaraan sang ibu. Semua hal-hal yang hanya tertangkap oleh mata mampu membuat air matanya menetes.
Wanita yang memiliki pengalaman sering terlukai cenderung lebih tegar. Bahkan lebih pintar menjaga emosi. Tidak mudah meledak-ledak. Tapi dengan catatan si cengeng mampu memandang positif kejadian buruk yang menimpanya. Wanita ini mampu menyimpan tangis dan menumpahkannya di tempat yang tepat.
Saat kehilangan sudah pasti si cengeng akan menangis. Berulang kali. Tak terhitung jumlahnya. Mereka mencintai saat orang yang dikasihi masih ada. Lalu mereka menangis saat orang-orang tersebut pergi meninggalkan mereka. Apa yang dirasakan tentulah sama dengan wanita lain. Sedih hingga mungkin merunut rentetan kisah buruk di masa lalu. Tapi ketahuilah si cengeng takkan selamanya cengeng. Si cengeng akan terlatih dengan sendirinya menjadi si sabar yang mampu mengendalikan tangisnya sendiri.
Dengan lika-liku rasa yang menerpa si cengeng, dia mampu menjaga hati orang lain. Bahkan tidak hanya hati, raga orang lain pun tidak akan dibiarkan tersakiti tepat di depan matanya.
Si cengeng memang kuat. Tapi sekuat-kuatnya wanita, mereka membutuhkan penjagaan. Sesekali mereka butuh bahu untuk menangis. Membutuhkan solusi dari seorang sahabat atau siapapun yang menyayanginya.
