Bernas.id – Sesuatu yang terburu-buru cenderung mengakibatkan hal yang fatal. Kecerobohan bisa membawa Anda pada masalah yang tak terduga. Bahkan keterburuburuan ini tidak dianjurkan oleh banyak pihak. Realitanya untuk memperkecil akibat yang tidak diinginkan, orang akan berpikir matang-matang. Semacam berhitung banyaknya resiko yang akan terjadi di depan. Setujukah Anda sesuatu yang tergesa-gesa lebih memiliki potensi kehancuran strategi? Benarkah lebih baik berpikir lamat-lamat dibanding berpikir cepat untuk mengurangi risiko?
Definisi berpikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Morgan dan kawan-kawan membagi dua jenis berpikir. Yakni berpikir autistik (autistic thinking) dan berpikir langsung (directed thinking). Berpikir autistik yaitu proses berpikir yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi. Sedangkan berpikir langsung yaitu berpikir untuk memecahkan masalah.
Berpikir cepat disini bisa dikaitkan dengan berpikir langsung. Umumnya orang yang pandai memecahkan masalah memiliki watak berpikir kritis. Berikut ini, tips berpikir cepat namun tidak terburu-buru.
Mencari inti masalah
Dimulai dengan menyederhanakan masalah. Mencari benang merah agar ditemukan penyebab awal terjadinya masalah.
Mencari informasi sebanyak mungkin
Saat masalah datang otomatis kita harus melakukan riset dengan tujuan membuat kumpulan hipotesa latar belakang terjadinya masalah.
Memperhatikan situasi keseluruhan
Orang yang berpikir cepat tak hanya menargetkan masalah cepat selesai melainkan mampu memperkirakan impact atas penyelesaian masalah nantinya.
Mencari alternatif
Alternatif rencana penyelesaian amatlah penting. Menyusun plan A, B dan seterusnya sesuai kebutuhan dan berbagai pertimbangan.
Berpikiran terbuka
Tidak bisa dipungkiri setiap orang punya inovasi dan cara berpikir yang berbeda. Maka kita perlu berpikiran terbuka dengan menerima masukan dari orang lain untuk mempertajam strategi.
Ekskusi strategi
Setelah melakukan berbagai macam langkah pembuatan strategi penyelesaian masalah, maka sisanya adalah pengaplikasian. Dilakukan secara teratur dan tepat.
Sensitif terhadap sekitar
Dalam pelaksanaan strategi kemungkinan akan ada kendala. Kita dituntut peka terhadap perasaan, pengetahuan dan tingkat perkembangan kecanggihan. Bisa jadi di pertengahan kita perlu improvisasi strategi.
