Bernas.id – Kesuksesan acara televisi adalah berkat dari kerja tim kru yang kompak. Mereka inilah yang bekerja di balik layar tanpa mengenal waktu. Buktinya, saat liburan kalian masih bisa menonton acara di televisi bukan? Selain presenter dan bintang tamu, ada banyak sekali kru yang punya tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jika salah satu dari mereka lalai, hal ini akan menimbulkan kesalahan dan berimbas ke yang lainnya. Lalu, siapa saja kru dibalik layar? Apa tugas dan tanggung jawab mereka? Yuk, kita kenalan bersama dengan dunia broadcasting.
Perlu kalian ketahui bahwa kru dalam televisi dibagi menjadi dua. Kru yang bekerja di dalam studio dan Master Control Room (MCR). Kru yang bekerja di dalam studio yaitu camera person, floor director, lightingman. Sedangkan kru yang berada di dalam MCR yaitu program director, switcherman, audioman, vt player dan prompter player. Lalu apa saja sih tugas dan tanggung jawab mereka di dunia broadcasting?
Di era digital, kemampuan memasarkan konten secara online sangat dibutuhkan. Jika Anda sudah memiliki kemampuan ini, kini saatnya Anda mengikuti Sertifikasi Digital Marketing Manager dari UNMHA. Sertifikasi ini akan membekali Anda dengan strategi pemasaran digital yang efektif, sehingga program siaran yang Anda kelola dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Selain itu, sertifikasi ini telah diakui secara resmi oleh BNSP, sehingga Anda akan lebih percaya diri menghadapi dunia kerja digital. Hubungi Admin UNMHA melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut!
1. Camera Person (Campers)
Bukannya cameraman ya? Sekarang yang dapat mengoperasikan kamera tidak hanya laki-laki saja ya. Wanita juga bisa lho. Oleh karena itu, sebutannya camera person atau disingkat campers. Jangan keliru lagi ya. Camera person adalah seorang yang dapat mengoperasionalkan kamera dan menghasilkan sebuah gambar sesuai dengan permintaan director dengan menggabungkan antara skill yang dimiliki dengan teknik kamera. Tugasnya antara lain adalah melakukan persiapan dan setting peralatan kamera, melakukan instruksi sesuai arahan dari director, berkoordinasi dengan campers lain, dan fokus terhadap visual yang dihasilkan dari setiap angle.
2. Floor Director (FD)
Floor Director adalah seseorang yang bertugas di dalam studio sebagai penyampai pesan director kepada kru di dalam studio. Lalu bagaimana caranya? Caranya yaitu dengan melakukan gerakan tangan atau bahasa tubuh. Hehe lucu juga ya. Kru di dalam studio tidak boleh bersuara terlalu kencang saat acara sedang berlangsung. Hanya presenter dan narasumber saja yang boleh bicara. Seorang presenter harus paham dengan kode gerakan tangan FD. Jika tetap tidak mengerti, FD bisa menuliskan pesan di whiteboard. Penting bagi seorang FD untuk selalu berkoordinasi dan menjaga komunikasi dengan presenter agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
3. Lightingman
Walaupun terlihat sepele, tapi tugas dan tanggung jawabnya cukup besar. Lightingman adalah seseorang yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan penataan cahaya baik secara artistik maupun yang mampu menyentuh perasaan. Seorang lightingman harus mengenal jenis lampu, filter, reflektor, kabel, mixer (alat pengontrol lampu), mengetahui seni penataan lampu, tata cahaya dan lain-lain. Hal ini berpengaruh pada hasil gambar yang akan diambil oleh campers.
4. Program Director (PD)
Hal yang terpenting bagi seorang PD adalah kemampuan dalam memimpin serta berpengalaman dalam bidang produksi. Entah itu menyutradarai program acara televisi baik untuk drama ataupun non drama dalam produksi single atau multi camera. Selain itu, PD juga harus memahami dan mampu menggunakan alat produksi seperti kamera dan lain-lain. Tugas dan tanggung jawab seorang Program Director antara lain adalah memahami rundown acara, berkoordinasi dan menjaga komunikasi dengan producer acara, menentukan bloking kamera, mengawasi dan memastikan keamaan teknis, serta memandu jalannya on-air bersama FD.
5. Switcherman
Switcherman adalah seseorang yang bertanggungjawab terhadap pergantian gambar sesuai dengan arahan dari PD. Seorang switcher harus memahami teknis transisi gambar, kualitas gambar, kesinambungan audio dan lain-lain. Saat menonton acara berita semisalnya, kalian melihat background di belakang news anchor yang seolah tidak nyata. Sebenarnya, news anchor duduk di depan green/blue screen. Itulah salah satu tugas switcher untuk mengubah latar belakang gambar yang sesuai dengan program acara.
Baca Juga: AI Power Omnichannel Sales Growth: Strategi Tingkatkan Penjualan Era AI
6. Audioman
Audioman adalah seseorang yang mengatur perimbangan suara dari berbagai sumber. Audio dari presenter, narasumber, backsound dan Video Taping (VT). Lalu, dengan apa audioman mengaturnya? Tentu saja dengan sebuah alat audio mixer yang terdapat pengatur volume dan berbagai macam tombol lainnya. Tugas dan tanggung jawab seorang audioman antara lain, memastikan clip on terpasang dengan baik, mengatur audio saat cek sound, memastikan audio backsound dan VT, dan memastikan tidak ada frekuensi yang diluar batas.
7. VT Player
Banyak orang menganggap sepele pekerjaan seorang vt player. “Alah, gampang! Tinggal klik aja kan?” Iya memang tinggal di klik aja. Namun, seorang vt player harus fokus dan memerhatikan rundown acara, mengecek ulang tatanan vt sesuai rundown, dan mengamati durasi vt. Selain itu, seorang vt player juga harus memberi aba-aba kepada PD. Lho? Kan PD yang kasih aba-aba, kok jadi vt player? Jika durasi video tapping tiga menit, satu menit sebelumnya dia harus memberi tahu kepada PD. “Satu menit menuju studio.” Kenapa? Karena sangat mungkin PD melupakan durasi dari vt karena terlalu fokus kepada hal yang lainnya.
8. Prompter Player
Pernahkah kalian menonton berita di televisi? Bagaimana bisa news anchor lihai membaca berita? Semua itu berkat kerja dari seorang prompter player. Mereka adalah seseorang yang menjalankan teks berita. Eits, jangan anggap sepele lho ya. Tugas promter player yaitu mengetik dan membenarkan susunan leading berita, menyimak berita yang disampaikan news anchor, bekerja sama dengan FD terkait kecepatan teks, serta perlu fokus dengan durasi VT berita.
Nah, itulah delapan tugas dan tanggung jawab kru dalam televisi. Bagaimana? Pernahkah kalian mengemban salah satu tanggung jawab di atas? Hal yang perlu diingat adalah komunikasi antar kru yang baik dan bagus. Setiap kru juga harus mengerti dengan tugasnya masing-masing dan sebisa mungkin untuk meminimalkan kesalahan.
Untuk memahami seluk-beluk produksi siaran, memilih program studi yang tepat sangat penting. Program studi Sarjana Sistem Informasi (S1) di Universitas Mahakarya Asia menawarkan kurikulum yang mencakup teknologi informasi dan manajemen data, yang esensial dalam industri broadcasting modern. Dengan pengetahuan ini, Anda dapat mengelola sistem informasi yang mendukung operasional penyiaran. Jika Anda tertarik dan ingin segera mendaftar menjadi Mahasiswa di UNMAHA, segera kunjungi website PMB UNMAHA, sekarang juga!***
