Bernas.id – “Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang dia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Rabb-nya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al-Baqarah {2};112)
Buat kalian yang sedang mengawali dalam meretas jalan menuju Surga, mengapa tidak memulai dengan menulis? Tak peduli berapa banyak tulisanmu yang ditolak media, tak peduli betapa sakit hatimu dengan kabar buruk tentang tulisanmu, dan tak peduli dengan kritik yang dilontarkan mengenai tulisanmu.
Baca juga: Pengertian Interpretasi, Tujuan, dan Macam-macamnya
Menulis merupakan salah satu jalan menuju surga. Menulis adalah sebuah jalan mengekspresikan apa yang ada di hatimu. Ya, dalam menulis, honor bukanlah segalanya, menulis adalah ibadah yang pahalanya akan didapatkan di sisi Allah dan inilah nikmat yang jauh lebih besar dari nikmat yang diberikan di dunia. Menulis ya menulis. Sering kali kita menulis bukan untuk apa-apa tapi sebagai salah satu jalan mendobrak kegelisahan hati dan menyalurkan ide di kepala. Dan Surgalah yang kelak akan menjadi salah satu tambatan kita ketika mulai berkarya.
Menulis adalah ibadah yang pahalanya akan didapatkan di sisi Allah SWT dan inilah nikmat yang jauh lebih besar dari nikmat yang diberikan di dunia. Penulis muslim sadar bahwa dakwah adalah amanah perjuangan yang harus dijunjung tinggi. Profesionalisme, loyalitas, dan integritas harus dikedepankan.
Niat yang kuat mengenai nilai ibadah dalam menulis akan membuat semangat menulis senantiasa terpelihara. Luruskan niat, hadapkan hati kepada Allah, jadikan tulis menulis sebagai bentuk ibadah. Dengan menulis, berarti kita telah meninvestasikan kemampuan untuk bekal hidup di alam baka, di saat tidak ada yang bisa menolong kita dari azab Allah SWT, selain amal kita sendiri. Kita menulis, dan tulisan itu abadi, dibaca oleh lintas generasi, maka sekalipun kita telah tiada, selama tulisan itu dibaca orang, maka pahalanya akan tetap mengalir.
Baca juga: 18 Jenis Konjungsi, Pengertian, dan Contoh Kalimat Terlengkap
Nah, semoga pembaca setia bernas.id bisa terinspirasi untuk bisa menulis. Yuk, resapi kata Imam Syafi’i:
“Ikatlah ilmu dengan menulis”.
