Bernas.id ? Pasca insiden penembakan terbaru di Florida, NRA turut mendapat sorotan negatif. Pasalnya organisasi lobi senjata api tersebut termasuk salah satu yang paling lantang menentang ide supaya kepemilikan senjata api di kalangan warga sipil dilarang atau ditertibkan.
Sentimen negatif yang diterima oleh NRA kian menjadi setelah pemimpin NRA merilis pernyataan resmi terkait insiden di sekolah Florida. Menurut Wayne La Pierre, kaum oportunis mencoba memanfaatkan tragedi penembakan supaya bisa melarang kepemilikan senjata api.
BBC mengabarkan kalau para aktivis penentang senjata api kini mulai menyerbu media sosial. Dengan mengusung tagar #BoycottNRA, mereka mengajak semua orang untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang melakukan kerja sama dengan NRA.
Seruan boikot yang mereka lakukan nampaknya mulai membuahkan hasil. Satu demi satu, perusahaan-perusahaan yang awalnya diketahui menjalin kerja sama dengan NRA mulai mencoba menjaga jarak dengan NRA.
Bank Nasional Pertama Omaha adalah salah satunya. Lewat akun Twitter resminya, bank tersebut menyatakan kalau pihaknya tidak akan melanjutkan kerja sama dengan NRA terkait peluncuran kartu kredit khusus.
Enterprise Holdings yang bergerak di bidang persewaan mobil menyatakan kalau pihaknya tidak akan melanjutkan kebijakan pemberian diskon kepada anggota NRA sesudah tanggal 26 Maret. Langkah serupa juga diambil oleh pengembang antivirus Symantec yang selama ini memberikan potongan harga kepada anggota NRA.
Masalah kepemilikan senjata api di AS sudah menjadi topik perdebatan yang berlangsung selama puluhan tahun. Mereka yang mendukung ide kepemilikan senjata api berpendapat kalau setiap orang memiliki hak untuk mempersenjatai dan melindungi dirinya sendiri. Ide mengenai kepemilikan senjata api sendiri dijamin oleh Amademen Kedua Konstitusi AS.
