Bernas.id ? Hierapolis adalah nama dari sebuah reruntuhan kota kuno yang sekarang terletak di negara Turki. Salah satu bangunan yang paling terkenal dari tempat ini adalah Gerbang Plutonium yang dipercaya sebagai pintu masuk menuju neraka.
Kepercayaan itu sendiri datang bukan tanpa alasan. Menurut catatan dari Strabo yang hidup pada abad pertama sebelum Masehi, gerbang tersebut mengeluarkan kabut yang sangat pekat dan penuh dengan nuansa kematian.
Sapi jantan yang dibawa ke dalam gerbang untuk keperluan pengorbanan akan mati dengan sendirinya seolah-olah sapi tersebut ditarik menuju kematiannya. Namun pendeta yang membawa sapi tadi justru tetap bisa tetap keluar dengan selamat.
Ribuan tahun berlalu, para ilmuwan akhirnya berhasil memecahkan misteri yang menyelimuti gerbang ini. Menurut analisa tim ilmuwan yang dipimpin oleh pakar gunung berapi Hardy Pfanz, ruangan gua ini penuh dengan gas karbon dioksida. Semakin rendah lokasi gua, semakin tinggi pula kandungan gas karbon dioksidanya.
Karbon dioksida sendiri diketahui memiliki berat jenis yang rendah dibandingkan oksigen, sehingga gas ini cendering berkumpul di ketinggian yang rendah. Hal inilah yang menurut para ahli menjadi penyebab mengapa manusia dan hewan yang masuk ke dalam Plutonium mengalami reaksi yang berbeda.
Sapi memiliki hidung yang menghadap ke bawah. Sebagai akibatnya, sapi yang masuk ke dalam Plutonium akan mati sesudah menghirup terlalu banyak karbon dioksida. Hal yang demikian tidak terjadi pada manusia karena posisi hidungnya terletak lebih tinggi dibandingkan hidung sapi.
Plutonium pertama kali ditemukan kembali di masa modern pada tahun 2013. Saat pertama kali dibongkar, gua ini masih menunjukkan aura kematiannya. Menurut pengakuan para arkeolog yang meneliti gua ini, mereka menyaksikan sendiri beberapa ekor burung yang mati seusai terbang terlalu dekat dengan gua.
