Bernas.id ? Siapa yang selama hidup belum pernah dihampiri nyamuk? Mungkin hampir tidak ada. Tak jarang orang merasa super gemas dan jengkel saat suara nyamuk berdenging di sekitar tubuhnya atau karena gigitannya yang menyebabkan gatal tak tertahankan. Keberadaan nyamuk selain mengganggu sering kali membawa penyakit berbahaya seperti demam berdarah, malaria dan lainnya. Oleh karena itu, banyak dari kita yang berusaha melindungi kulit dari gigitan nyamuk. Pun mengusir nyamuk menggunakan berbagai macam cara termasuk menggunakan obat nyamuk.
Nah, ternyata hal ini dapat diatasi dengan cara alami yakni dengan memanfaatkan aroma yang dihasilkan oleh tanaman. Banyak jenis tanaman yang digunakan untuk mengusir nyamuk oleh nenek moyang, jauh sebelum adanya obat nyamuk seperti yang beredar saat ini. Beberapa mungkin sudah familiar, namun ada juga yang tidak. Apa saja tanaman tersebut? Berikut beberapa diantaranya.
Lavender
Nama bunga ini pasti sudah tidak asing lagi. Lavender dikenal sebagai tanaman hias yang memiliki fungsi untuk mengusir nyamuk. Bunga lavender berasal dari kawasan pegunungan Alpen di Swiss. Bunga ini memiliki kandungan linalool dan lynalyl acetate yang aromanya sangat tidak disukai oleh nyamuk. Konon gerombolan nyamuk akan langsung kabur ketika mencium aromanya karena merasa pusing. Kita dapat menggunakannya secara langsung dengan cara menggosokkan bunganya ke area kulit yang terbuka. Cara ini sangat cocok dilakukan ketika akan bepergian. Sedangkan untuk mengusir nyamuk yang ada di sekitar rumah, maka dapat menanamnya pada sebuah pot. Selain aromanya yang wangi, warna bunganya yang cantik juga dapat digunakan untuk mempercantik pekarangan rumah.
Zodia
Zodia, tanaman ini tidak asing bagi orang Papua. Daun Zodia biasanya digunakan oleh orang Papua sebelum berburu ke hutan dengan cara menggosokkannya ke tubuh. Aromanya terbukti dapat melindungi mereka dari gigitan nyamuk dan serangga. Tanaman Zodia memiliki kandungan Evodiamine dan Rutaecarpine. Keduanya adalah zat yang tidak disukai oleh nyamuk dan serangga. Selain digosokkan ke kulit, tanaman asli Indonesia ini dapat ditanam didalam pot agar aromanya dapat terbawa oleh hembusan angin.
Citrosa Mosquito
Citrosa Mosquito, salah satu tanaman pengusir nyamuk yang berasal dari negeri Belanda. Tanaman ini mengeluarkan aroma khas lemon yang sangat kuat. Selain nyamuk, bermacam serangga juga tidak menyukai aroma tersebut. Namun, sayangnya tumbuhan ini masih jarang di Indonesia karena harus diimpor dari negara asalnya tersebut.
Rosemary
Rosemary memiliki aroma seperti minyak telon atau minyak kayu putih. Mungkin kita pernah mengetahui, kedua minyak tersebut sering digunakan pada bayi karena aromanya dapat mencegah gigitan nyamuk. Bunga Rosemary dapat ditanam di tanah ataupun di pot. Agar tumbuh dengan baik, pastikan tanaman ini selalu mendapat cahaya matahari dan air yang cukup. Selain memanfaatkan bunganya, daunnya pun dapat digosokkan ke kulit agar terhindar dari gigitan nyamuk saat pergi keluar rumah.
Serai
Serai dikenal sebagai salah satu bumbu dapur yang banyak digunakan di Indonesia. Selain berfungsi menyedapkan masakan, serai ternyata dapat mengusir nyamuk. Tanaman ini memiliki zat Geraniol dan Sitronelal yang tidak disukai oleh nyamuk. Tanaman serai umumnya tumbuh subur di pekarangan rumah.
Akar Wangi
Akar Wangi merupakan tanaman pengusir nyamuk yang tumbuhnya tidak cocok ditanam di pot. Tanaman ini termasuk ke dalam jenis rumput-rumputan. Akar wangi biasanya tumbuh dengan liar di area pekarangan rumah seperti rumput lainnya. Konon, Akar Wangi memiliki bau yang sangat menyengat sehingga membuat nyamuk pergi ketika menciumnya. Aroma dari akar wangi tidak disukai oleh nyamuk Aedes Aegypty sehingga dikenal sebagai tanaman penangkal demam berdarah.
