Bernas.Id– Mencintai, itu sebuah kata yang bisa membuat kita berkhayal indah, terbang ke dunia ke tujuh bersama impian atau terjerumus ke dalam kesakitan yang mengecewakan karena pernah mengalami kepahitan. Mencintai untuk sebagian orang yang pernah tersakiti, mungkin ingin dihindari. Namun, untuk orang yang masih mendambakan justru dicari.
Sebenarnya mencintai itu sesuatu yang tak perlu dihindari karena itu adalah sebuah perasaan yang dianugerahkan-Nya kepada kita sebagai manusia. Rasa sayang dan mencintai itu adalah anugerah yang melengkapi rasa dalam hidup kita, tapi kita harus bisa menata dan mengatur perasaan cinta itu agar tidak berlebihan dan menyakitkan.
Beginilah beberapa cara mencintai yang tak menyakitkan:
1. Mencintai Apa Adanya
Klise, tapi nyata. Perlu dicatat untuk mencintai bahwa cinta ini tidak hanya kepada kekasih, tapi juga pada orang tua, kakek, nenek, saudara dan teman. Kita harus mencintai apa adanya. Tidak menuntut terlalu banyak dan tidak meminta berlebihan.
2. Menerima Apa adanya
Untuk menerima apa adanya, kita harus mengenyahkan ekspektasi kita kepada orang lain. Jangan mengharapkan orang tua kita bisa seperti orang tua teman. Jangan mengharapkan adik kita seperti adik orang lain. Bahkan mengharapkan kekasih hati kita seperti kekasih orang lain. Khusus untuk yang mengharapkan kekasih orang lain, mungkin saatnya mencari yang lebih baik kalau memang kekasih yang sekarang tidak sesuai yang diinginkan dan diharapkan. Masih ada waktu untuk memilih, sebelum janur kuning ditayangkan.
3. Memahami kekurangan dan kelebihan diri sendiri
Kita adalah makhluk yang tidak sempurna, jadi jangan mengharapkan orang lain sempurna. Ketika kita tidak sempurna, kita membutuhkan orang lain untuk saling melengkapi dan menyempurnakan
4. Mencintai tanpa mengharapkan imbalan
Inilah tahapan yang paling sulit. Kita hanya memberikan cinta tanpa mengharapkan imbalan. Apa mungkin? Karena sebagai manusia kita selalu berharap orang lain akan mengembalikan apa yang telah kita berikan. Sebenarnya harapan inilah yang paling menyakitkan. Ketika kita mengharapkan sesuatu dari manusia, maka bersiaplah untuk kecewa. Karena itu, dalam mencintai, kita harus mengembalikan cinta yang sejati hanya untuk Allah yang tidak pernah berubah. Manusia tidak sempurna, manusia mudah berubah.
Kembalikan rasa cinta kepada posisinya dan sesuai porsinya. Jangan menjadikan cinta sebagai idola. Jangan menjadikan cinta sebagai landasan kita bahagia. Mencintailah karena kita ingin mencintai, dan bukan karena ingin dicintai.
