Bernas.id – Bencana masih saja terus terjadi di negeri tercinta ini, setelah beberapa waktu lalu bencana gempa bumi mengguncang Banten, Sukabumi, yang getarannya terasa sampai ke ibu kota Jakarta, disusul dengan berita banjir yang menggenangi beberapa wilayah di tanah air, kemudian longsor di kabupaten Bogor. Belum usai pemberitaan di media massa, terjadi lagi bencana yang terjadi di lokasi yang disebut-sebut menjadi pintu gerbang tanah air. Ya, Bandara International Soekarno Hatta.
Setelah pemerintah memutuskan untuk melakukan pembenahan dan menambah fasilitas, Bandara Soetta terus berbenah dan mempercantik diri. Mulai dari pembangunan terminal 3 atau pernah disebut terminal 3 ultimate sampai rampungnya proyek kereta bandara yang sudah mulai beroperasi.
Pemerintah pun tidak ragu menggelontorkan trilyunan dana demi memenuhi hasrat tersebut, namun ternyata dana yang begitu besar bukan jaminan jika proyek-proyek tersebut berjalan mulus. Baru-baru ini dinding underpass perimeter selatan Bandara Soetta jebol dan menimpa sebuah mobil dan mengakibatkan satu korban meninggal dunia atas nama Dyanti Diah Ayu Cahyani dan satu lainnya Mukhmainah Syamsudin luka-luka setelah hampir 14 jam terjebak di bawah beton yang ambruk dan material longsoran.
Kejadian ini pun menambah daftar panjang bencana yang terjadi di Bandara Soetta, padahal notabene tempat-tempat atau bangunan ? bangunan tersebut terbilang masih baru. Lalu apa saja musibah yang terjadi di Bandara Soetta yang terjadi kurang dalam kurun waktu dua tahun. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah catatannya!
1. Banjir
Hanya berselang seminggu setelah terminal 3 Bandara Soetta diresmikan pada tanggal 9 Agustus 2016, tepatnya pada tangga 14 Agustus 2016 terminal 3 ini tergenang banjir. Hujan deras yang melanda ibu kota ditengarai menjadi penyebab air meluap, selain itu menurut Kepala Humas Angkasa Pura II, Agus Haryadi hal ini disebabkan karena saluran air yang mampet.
Selain itu pada tanggal 13 Juni 2017 giliran apron atau area parkir pesawat yang digenangi banjir setinggi 20 cm, tak ayal kejadian ini menyebabkan tertundanya jadwal penerbangan beberapa maskapai udara.
2. Atap Ambrol
Selain banjir pada tanggal 15 Desember 2016, Plafon di area kedatangan dekat pintu kantor kesehatan pelabuhan jatuh, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Jatuhnya plafon ini disebabkan karena adanya pekerjaan pemeliharaan fasilitas Ducting (mengutip pernyataan Project Manager Pengembangan Terminal 3 KSO Kawahapejaya/Wijaya Karya/Waskita Karya) Yulianto.
Demikianlah, catatan minus yang terjadi di Bandara Soetta yang merupakan kebanggaan Indonesia. Banyak pihak menduga hal tersebut terjadi akibat proyek dikebut secara serampangan, sehingga mengabaikan atau melanggar SOP (Standard Operating Procedure), K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), dan aturan teknis lain. Namun banyak juga berpendapat bahwa proyek sudah dikerjakan sesuai SOP oleh para ahli di bidangnya.
