Bernas.id – Awalnya, ketika menggembala kerbau di sawah sambil istirahat, Marsono (69) sering bermain wayang-wayangan menggunakan tangkai daun ketela pohon. Dari keisengan membuat wayang dari tangkai ketela dan media lain yang mudah ditemukan di sekitar, ia mulai berpikir untuk membuat dengan bahan yang lebih awet itu. Ia pun mulai mencetuskan ide untuk membuat wayang dari bahan sodo (batang lidi).
Latar belakang kecintaan terhadap pertunjukan wayang membuat lelaki kelahiran 1948 ini juga bercita-cita untuk menjadi seorang dalang. Namun, apa daya, keterbatasan termasuk ekonomi memupuskan harapannya itu. Masih terus memendam keinginan menjadi dalang, ia pun mengekspresikan kesukaannya bermain wayang dengan anak-anak panti asuhan yang ia kelola.
Tahun 2011 tepatnya, ia mulai membuat wayang pertama kalinya menggunakan lidi ?Keinginan menjadi dalang Wayang Kulit tak kesampaian, saya membuat wayang sendiri,? kata Marsono dilansir dari kabarhandayani.com.
Dikatakannya, Wayang Sodo terbuat dari lidi muda yang dianyam sedemikian rupa sehingga membentuk karakter atau figur-figur dalam pewayangan. Tokoh atau karakter wayang masih mengacu pada figur pewayangan kisah Mahabarata dan Ramayana serta legenda-legenda di masyarakat Jawa.
Berdasarkan fungsinya ada 2 jenis wayang yang dibuat. Pertama, wayang untuk pentas dan kedua wayang untuk hiasan/ pajangan. Untuk pentas, Pak Marsono sudah membuat 28 karakter mulai dari arjuna, nakula, shinta hingga punakawan dengan bentuk karakter menyerupai wayang kulit pada umumnya. Lekukan-lekukan karater Wayang Sodo tidak sedetail wayang kulit. Untuk itu, wajib paham dahulu tentang bentuk-bentuk karakter tiap wayang.
Untuk wayang hiasan/ pajangan memiliki ukurannya yang bermacam-macam. Dari yang kecil dan pipih hingga yang besar 3 dimensi. Bentuk 3 dimensi dibuat dengan mengkolaborasikan lidi, bagian-bagian pohon kelapa, dan batik. Mulai dari pelepah bungkus bunga kelapa hingga tali pengikat wayang yang terbuat dari sabut kelapa.
Kini, Wayang Sodo menjadi salah satu aset seni budaya yang ada di Gunungkidul karena memiliki keunikan tersendiri. Hasil karya seni warga Padukuhan Gunungbang, Desa Budaya Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini menjadi ragam baru di dunia pewayangan.
Wayang Sodo sudah sering diundang untuk perform di berbagai daerah, baik itu dalam dan luar kota. Istimewanya, pentasnya tidak harus malam hari. Siang hari pun Wayang Sodo bisa ditampilkan dengan Dalangnnya, tentu saja Pak Marsono sendiri.
Tak hanya mahir membuat Wayang Sodo, Marsono lihai memainkan wayangnya. Sejumlah tokoh wayang juga ia ciptakan melengkapi keunikan kreasinya itu. Nama-nama tokoh diambil dari nama bagian pohon kelapa dengan sebutan bahasa Jawa yang telah dimodifikasi untuk mewakili watak tokoh atau dengan tujuan aspek kepatutan dan keselarasan nama di dunia wayang.
Tokoh tersebut di antaranya bernama Prabu Glugu Wasesa, ia adalah raja di Negara Arga Rekta yang terkenal gemah ripah loh jinawi. Dalam memimpin negara beliau dibantu oleh Mahapatih Blarak Sempal yang sakti mandraguna.
Marsono sedikit gambarkan mengenai Prabu Glugu Wasesa ini, bersama permaisurinya, Dewi Manggarsari memiliki keturunan Dewi Blulukwati, Raden Cengkir Gading, Raden Cengkir Wungu, dan Raden Degan Ijo.
?Prabu Glugu Wasesa memiliki watak jujur dan adil membuat rakyatnya hidup aman sejahtera, tanpa mengorbankan kepentingan pihak lain,? ucapnya.
Ia hidup rukun dengan negara tetangga seperti dengan Prabu Pucang Anom di negara Pagelaran, Prabu Ruyung Agung di negara Pasir Ropan dan Prabu Tal Siwalon dari negara Soka Panca.
Di usia yag tak lagi muda, Marsono sangat ingin memiliki penerus, baik sebagai pembuat Wayang Sodo dan juga sebagai Dalang yang memainkannya. Sejak Wayang Sodo ini mulai dikenal luas, anak panti asuhan yang dikelolanya ditambah anak-anak di sekitar tempat tinggalnya rutin berkegiatan belajar tentang bagaimana membuat wayang. Dengan sabar ia juga melatih beberapa anak mengenai cara memainkan wayang tersebut.
?Jangan sampai terputus, semoga selalu ada generasi penerus Wayang Sodo ini,? harap Marsono. (diolah dari berbagai sumber)
