Bernas.id– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda DIY menggelar peringatan empat tahun gerakan nasional Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di titik nol kilometer, Sabtu (21/4/2018). Peringatan ditandai dengan peluncuran website SPAK, www.spakindonesia.org.
Menteri Sosial Idrus Marham yang menghadiri acara ini mengaku dirinya menyukai perempuan yang antikorupsi. Menurutnya perempuan harus berani mengajukan gugatan cerai pada suaminya yang melakukan korupsi.
“Gadis kalau cari jodoh juga yang antikorupsi,” ujarnya.
Ia mengaku setelah ini akan mengumpulkan para perempuan di kementriannya, untuk dibina oleh SPAK. Mereka harus bisa menjadi agen-agen antikorupsi, bisa menyerang siapapun yang melakukan korupsi.
“SPAK bisa masuk untuk menginisasi dan mengkoordinasukan supaya apa yang dilakukan SPAK semakin cepat dan semakin baik,” katanya.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan berharap, dengan peluncuran website ini para perempuam agen SPAK bisa mengetahui lebih jelas, langkah-langkah apa saja yang harus ditempuh untuk melawan korupsi. Ia memaparkan, saat ini ada 1.300 agen SPAK yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Mereka mengenalkan anti korupsi pada anak lewat permainan semai untuk anak SD dan permainan majo junior untuk anak SMP serta SMA.
“Ini adalah cara yang paling massif dan paling efektif dalam mencegah tindak pidana korupsi, karena jumlah perempuan di Indonesia lebih dari 50 persen,” kata Basaria.
Kenapa peringatan empat tahun SPAK digelar di Jogja, menurutnya karena ada beberapa capaian kegiatan aksi antikorupsi di DIY yang melebihi provinsi lain. Ia mencontohkan, komunitas disabilitas di DIY berani mengungkap adanya korupsi di dalam suatu acara pelatihan.
“Andai hal yang sama dilakukan di semua provinsi, pencegahan korupsi akan lebih massif,” ujar dia. (Den)
