Bernas.id-Penanaman benih secara tradisional yang dilakukan petani selama ini dinilai tidak efektif dan efisien. Selain memakan waktu cukup lama, penanaman benih secara manual seperti menggali lubang, lalu siramkan benih ke lubang kemudian lubang ditutup secara manual, cukup melelahkan, apalagi saat melakukan hal itu petani harus selalu membungkuk.
Melihat penanaman secara manual tersebut, muncul ide mahasiswa Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII untuk membuat teknologi tepat guna yang bisa melakukan tiga fungsi sekaligus yakni menggali lubang, menyiram benih lalu menutup lubang tersebut.
“Alat yang disebut Go-win ini memiliki kemampuan menggali tanah, menaruh bibit dan mengatur jarak tanam dan menutup lubang. Biasanya dalam menanam bibit baru, diperlukan 3 alat yang akan digunakan untuk menggali tanah, menaruh bibit dan alat yang digunakan mengatur jarak tanam,” kata Muhammad Iqbal Sabit, mahasiswa Teknik Industri angkatan 2015, kepada wartawan di Kampus FTI UII, Rabu (30/5/2018).
Menurut Muhammad Iqbal Sabit alat tanam yang juga disebut Skuter Ajaib hasil karya tim Tim Al-faraby yang terdiri dari tiga mahasiswa FTI UII ini telah dipersiapkan sejak November 2017. Alat tanam ini dapat digunakan untuk melakukan pembibitan tanaman pada bidang Agroteknologi. “Kami berhasil menciptakan alat yang mampu digunakan untuk 3 pekerjaan sekaligus. Jadi setiap bagian skuter punya peran masing-masing,” kata Iqbal yang didampingi anggota tim lainnya, Reno Dias Anggara (Teknik Industri 2015) dan Adinda Khairunnisa (Teknik Industri 2016) serta Dosen Pembimbing Ragil Suryoputro ST MSc.
Alat tanam yang ergonomis dan inovatif ini meraih juara dalam ajang Design Competition for Industrial System dan Environment (DESCOMFIRST) 2018 se-Asia Tenggara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selama proses persiapan, Tim Al-faraby menyerahkan sepenuhnya kepada vendor untuk pembuatan Go-win yang dibantu oleh Program Studi Teknik Mesin FTI UII dalam pembuatan prototype. Pada babak final, 15 tim yang lolos seleksi berkas proposal diharuskan mempresentasikan hasil dari idenya di Hotel Sunan Solo, pada 5 Mei 2018. Selain itu, menunjukkan hasil karya berupa prototype pada kegiatan pameran yang diselenggarakan di Solo Paragon Mall, pada 6 Mei 2018.
Pada tahun 2019, Tim Al-faraby berencana memproduksi Go-win dan melakukan sosialisasi kepada para petani di desa-desa sehingga akan memudahkan pekerjaan mereka. “Karena protoypenya sudah hampir 90 persen layak digunakan, maka kami berencana untuk memproduksi tahun depan sehingga para petani bisa secepatnya menggunakan alat ini,” kata Iqbal. (lip)
