Bernas.id- Suara gemuruh Gunung Merapi mengiringi pelantikan Rektor UII periode 2018-2022 Fathul Wahid ST M.Sc Ph.D di Auditorium Kahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Jumat (1/6/2018) pagi. Saat para tamu undangan berdatangan dan sebagian lagi sudah duduk di dalam ruangan, suara dentuman keras dari arah Gunung Merapi yang diikuti asap tebal yang mengepul ke angkasa.
Spontan saja sejumlah tamu undangan yang sudah duduk di dalam ruangan berhamburan keluar, sementara yang baru datang langsung berhenti di halaman melihat ke arah Gunung Merapi. Di antara mereka ada yang kelihatan panik setelah mendengar suara gemuruh yang terdengar keras yang disusul keputulan asap tebal mengangkasa dari puncak Gunung Merapi.
“Saya sempat merinding mendengar suara yang begitu gemuruh seperti aliran material dalam jumlah besar. Apalagi disusul dengan asap tebal mengepul ke angkasa seolah Merapi meletus,” kata seorang tamu undangan yang tak bersedia menyebutkan jati dirinya.
Peristiwa itu terjadi pukul 08.20 WIB atau kurang 40 menit dari acara pelantikan yang dimulai pukul 09.00 WIB. Setelah menyaksikan asap tebal mengepul, para tamu undangan pun memasuki ruangan acara pelantikan Rektor dan para Wakil Rektor UII periode 2018-2022.
Dalam sambutan usai dilantik oleh Ketua Yayasan Badan Wakaf UII Dr Ir Luthfi Hasan MS, Rektor UII Fathul Wahid yang menggantikan Nandang Sutrisno SH LLM M.Hum PhD mengatakan bahwa ia bersama para wakil rektor bukanlah orang terbaik UII. Keterpilihan mereka, menurut Fahtul, karena sistem yang didesain di Statuta UII 2017 dan ini sekaligus mengindikasikan harapan yang besar dari sivitas akademika UII kepada kami berlima.
“Sejalan dengan semangat Statuta UII 2017, jabatan adalah amanah. Jabatan jangan dicari, apalagi dengan mengabaikan budi pekerti. Tetapi, jika diberi amanah, kita tidak boleh melarikan diri. Dengan kesadaran ini, kami, saya dan para wakil rektor, ingin mengawali hari ini dengan mengucap 'bismillahirrahmanirrahim'. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan melapangkan langkah kami,” kata mantan Dekan Fakultas Teknologi Industri UII ini mengawali sambutannya.
Menurut Fathul Wahid, mereka mendapatkan amanah di masa yang disebut orang sebagai era disrupsi. Salah satu sebabnya adalah kehadiran dan perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Perkembangan ini telah menghadirkan banyak perubahan signifikan dalam dunia pendidikan. Demokratisasi pendidikan yang memberikan akses kepada semakin banyak orang adalah sebuah keniscayaan.
“Era disrupsi telah mencelikkan mata kita, memantik kesadaran bersama kita untuk bangun dan melakukan sesuatu yang tidak biasa. Doing busines as usual akan menjadikan kita tertinggal. Kita tidak lagi diberi peluang untuk berada di zona nyaman kita. Dalam bahasa Collins dalam buku Good to Great, perubahan disruptif ini adalah 'fakta brutal' (brutal facts) yang harus kita hadapi,” katanya.
Selain Fathul Wahid yang dilantik sebagai rektor, juga dilantik empat Wakil Rektor UII periode 2018-2022 yakni Wakil Rektor I Bidang Pengembangan Akademik dan Riset Dr Drs Imam Djati Widodo M.Eng Sc, Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karir Dr Zaenal Arifin MSi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni Dr Drs Rohidin SH MAg dan Wakil Rektor IV Bidang Networking dan Kewirausahaan Ir Wiryono Raharjo M.Arch Ph.D.
(lip)
