Bernas.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (HARPI ?MELATI?) DIY, menggelar Lomba Ngadisarira Ngadibusana, Rabu (01/08/2018), di Hartono Mall Yogyakarta. Lomba bertajuk ?Pesona Wanita Jogja Tempo Dulu? dan didukung oleh LATULIPE Cosmetiques, diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari anggota HARPI ?MELATI? kabupaten/ kota se DIY dan umum.
Dengan durasi waktu 45 menit peserta diwajibkan berbusana dan bersanggul klasik, seperti kebaya polos atau bermotif bunga broklat dan bludru tanpa lis. Kebaya tidak boleh berpayet maupun berbordir, serta mengenakan satu macam bross sebagai penghiasnya.
?Bentuk tata rambut bergaya Jawa klasik sasak tidak tinggi, sanggul tekuk dan hiasan bross tusuk konde satu yang dipasangkan sebagai penetep (pengunci). Motif kain gaya Yogyakarta, serta memakai alas kaki selop tertutup hak minimal 5 Cm,? jelas Ayu Hadinugroho selaku Humas HARPI ?MELATI? DIY kepada Bernas.id.
Sementara juri lomba adalah Budi Susanto, Atik Siswanto dan Mamik perwakilan dari sponsor. Menariknya ada satu peserta kategori lanjut usia, Pariyem (62 tahun) dari Sleman, meski sebagai peserta paling tua dibanding peserta lainnya namun masih terlihat energik dalam melakukan tatarias dan berbusana Jawa klasik, tidak kalah dengan peserta yang usianya jauh lebih muda.
Hadiah lomba Ngadisarira Ngadibusana berupa trofi dan uang pembinaan ini dimenangkan oleh, Juara Pertama, Tatik Siswati, Juara Kedua Asti Oktavia Andrayani, Juara Ketiga Suratmi Ambarwati. Juara harapan, Harapan Satu Sarastiati, Harapan Kedua Pratidina Yudyawati, Harapan Ketiga Endang Riyanti dan Peserta Favorit Pariyem Hengki. (ted)
