Bernas.id – Kendaraan roda empat yang menggunakan bahan bakar solar mendominasi gagal uji emisi kendaraan di Kota Yogyakarta yang diadakan selama tiga hari Selasa hingga Kamis (28-30/8) lalu di beberapa titik. Tak hanya kendaraan usia tua, sebagian kendaraan roda empat berusia muda ternyata juga tidak lolos uji emisi.
Kepala Unit Pelaksana Tugas Laboratorium Pengujian Kualitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sutomo mengutarakan, kendaraan yang tidak lolos uji emisi 14 persen dari total 1.502 kendaraan roda empat yang diperiksa. Sisanya 86 persen kendaraan roda empat lolos uji emisi.
?Yang tidak lolos uji emisi kebanyakan kendaraan berbahan bakar solar yang mencapai 46 persen atau 157 kendaraan seperti truk dan sebagian bus,? terang Sutomo, Minggu (2/9).
Ia menjelaskan, banyak hal yang menyebabkan kendaran tidak lolos uji emisi. Misalnya dari proses pembakaran di mesin kurang sempurna antara perbandingan udara dan bahan bakar dan lainnya. Ia mengakui, kecenderungan kendaraan yang tidak lolos uji emisi adalah yang berusia tua. Walau demikian masih ditemukan kendaraan berusia muda dan kondisi fisik luar bagus tapi tidak lolos uji emisi karena perawatannya kurang.
?Memang untuk kendaraan seperti truk dan sebagian bus ada yang kondisinya sudah tua dan kadang asal jalan saja serta kurang perawatannya. Ada juga mobil yang bagus yang tidak lolos uji emisi, tapi kecil jumlahnya,? jelasnya.
Dia meneruskan, kendaran yang tidak lolos uji emisi direkomendasikan untuk dilakukan perawatan guna memperbaiki kondisi pembakaran mesin. Namun diakuinya sifat rekomendasi itu berupa saran dan kendaraan yang gagal uji emisi tidak sampai pada pemberian sanksi.
?Sifatnya rekomendasi saja. Kalau sanksi itu kebijakan pemerintah karena nanti hasil kami serahkan ke Kementerian Lingkungan Hidup guna pengambilan kebijakan,? pungkasnya. (den)
