Bernas.id – Museum Benteng Vredeburg dikunjungi sebanyak 15.300 orang dalam Vredeburg Fair 2018 selama enam hari terakhir. Jumlah itu meningkat tiga kali lipat dibandingkan kunjungan pada hari-hari biasa.
Edukator Museum Benteng Vredeburg yang juga ketua Panitia Vredeburg Fair 2018 M. Rosyid Ridho menjelaskan jumlah pengunjung selama enam hari bersamaan dengan Vredeburg Fair sejak 12 Oktober hingga 17 Oktober 2018 tercatat 15.300 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi, Kaimantan dan lain-lain.
“Setiap pengunjung selama pameran itu berlangsung diminta untuk menuliskan identitas asal mereka. Kebetulan selama enam hari itu kami gratiskan,” katanya, Rabu (17/10).
Dirinya menambahkan, jumlah pengunjung itu meningkat tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa sebanyak 5.000 orang. Selain itu selama pameran itu pula museum dibuka dari pukul 07.30 WIB 21.00 WIB. Posisi museum yang ada di kawasan titik nol kilometer, membuat kunjungan malam hari tergolong cukup tinggi.
“Bahkan ini menjadi wisata alternatif di malam hari di Jogja ketika kami membuka selama enam hari terakhir. Karena wisata malam yang sifatnya temporer sangat kurang,” sambungnya.
Pihaknya memamerkan sejumlah koleksi secara outdoor yang dikemas dalam Taman Pemberani di area museum. Taman itu merupakan buatan dengan konsep yang saat ini banyak booming terkait taman buatan. Di taman tersebut, disajikan patung delapan pahlawan nasional yang dinilai pemberani, antara lain, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Muhammad Hatta, Panglima Sudirman, RA Kartini, Soekarno, Jenderal A. Yani. Penentuan memamerkan nama-nama pahlawan itu melalui proses kuratorial dengan harapan masyarakat dapat mewarisi keberaniannya. Patung itu dalam keseharian disimpang di storage museum Benteng Vredeburg atau tempat penyimpanan koleksi. Meski disajikan di luar ruangan namun ia menjamij keamanan koleksi tersebut agar tidak rusak maupun hilang.
“Para pahlawan ini memiliki keberanian luar biasa, mereka mendobrak tradisi yang tidak biasanya, tetapi perubahan itu memberikan sebuah peningkatan kualitas,” tandasnya. (den)
