KULONPROGO, BERNAS.ID — Bagi penggemar kuliner, khususnya sate dan kebetulan berdomisili di kota Wates, tentu sudah tidak asing lagi dengan tempat kuliner satu ini yakni warung Sate Kelinci Pak Kromo, yang berada di Jalan Kawijo, Pengasih, Kulonprogo, DIY.
Sesuai dengan namanya Kromo Pawiro atau akrab disebut Pak Kromo, simbah berusia 80 tahun berputra lima, bercucu 12 dan bercicit tujuh ini, mengawali berdagang sate kelinci lengkap dengan tongseng dan gule kelinci sejak tahun 1970.
?Saya buka warung sate kelinci sejak tahun 1970 dan tidak pernah keluar dari Pengasih sini, paling-paling hanya pindah tempat saja dan pertama kali buka dulu di depan kantor kecamatan. Dan cabang cuma satu yang dikelola oleh anak saya, dengan nama sate kelinci Mas Gundul, warungnya sebelah timurnya gedung DPRD Kabupaten Kulonprogo,?tutur Pak Kromo, kepada, Bernas.id, ketika mencoba mencicipi masakan sate dan tongseng kelinci, Senin (10/12/2018). Dan ternyata dagingnya sangat empuk, baunya harum, dan rasanya pun maknyus tenan.
Warungnya buka setiap hari dari Pukul 09:00 ? 13.00 WIB atau sampai dengan dagangan habis. Menghabiskan daging kelinci perhari tujuh ekor yang dipasok oleh pedagang langganannya. Harga perporsi sate kelinci maupun tongseng kelinci dibandrol sama Rp 25.000 per porsi, sudah termasuk minum teh/ jeruk, serta nasi putih yang bebas mengambil sendiri.
Dari bisnis kuliner warung sate kelinci tersebut, Pak Kromo bisa menyekolahkan lima anaknya bahkan dua anaknya hingga meraih gelar sarjana. Yang dua bergelar sarjana kerja di perkantoran, satu orang mengikuti jejaknya buka warung sate kelinci, sedangkan dua anak lainnya buka usaha penjahit dan menjadi petani.
Sementara itu, berdasar kajian kesehatan yang dilansir oleh Wikipedia, ternyata daging kelinci kandungan lemaknya lebih sedikit daripada daging sapi maupun daging ayam. Lemak hanya delapan persen, kolesterol 164 miligram dari per 100 gram, dan proteinnya pun lumayan tinggi mencapai 21 persen. (ted)
