Bernas.id – Hujan deras mewarnai penyelenggaraan Pasar Keroncong Kotagede (PKK) tahun 2018, Sabtu (15/12/2018). Acara musik tahunan ini mampu memberi kesejukan di tengah situasi politik yang makin hari semakin menghangat menjelang Pemilu (Legislatif dan Presiden) 2019.
Seperti perhelatan PKK tahun-tahun sebelumnya, ada tiga panggung yang menjadi tempat penampilan sejumlah orkes keroncong, yakni, Panggung Loring Pasar Kotagede, Panggung Sopingen, dan Panggung Kajengan di kampung Trunojayan.
Sejumlah musisi dan penyanyi keroncong yang tampil di PKK tahun ini, di antaranya Kos Atos (Malang), Orkes Pecas Ndahe (Solo), SD Muhammadiyah Kleco feat Subarjo HS, Kroncong Agawe Santosa, OK Dewa Dewi, OK Kidung Etnosia, Violet Keroncong (UNY), OK Sorlem, OK Sinar Nada, OK Jenak Semanak, OK Depasko, OK Pelipur Lara, dan Komunitas Keroncong Nusantara.
Selain itu, juga ada area kuliner jajanan tradisional selama acara berlangsung di Wetan Kanthil, area penghubung venue Panggung Kajengan ke Panggung Sopingen, juga Panggung Loring Pasar. Kuliner tradisional yang dikelola masyarakat setempat ini memberi warna tersendiri di tengah hujan yang cukup deras.
'Bersatu Kita Keroncong? menjadi tema gelaran PKK tahun ini.
?Kami hanya ingin membuktikan, bahwa apa yang terjadi dalam kondisi dinamika perbedaan politik saat ini, tak memengaruhi hubungan para penggerak Pasar Keroncong Kotagede. Di dalam kepanitiaan ini tak satupun yang berbicara soal politik. Kami guyub rukun di tengah segala situasi tersebut untuk tetap berkreasi di Pasar Keroncong ini,? terang Penggagas Pasar keroncong Kotagede, M Natsir.
Hujan yang turun dengan deras tak mempengaruhi antusiasme penggemar keroncong di acara ini. Terlebih, beberapa kelompok seperti OK Pedas Ndahe tampil penuh guyonan, yang membuat suasana pertunjukan tetap hangat. (den)
