YOGYAKARTA, BERNAS.ID — Paguyuban Kampung Gamelan, Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Selasa, 5 Maret 2019, pukul. 20:00 WIB – selesai, menggelar Wayang Kulit Lakon Pandawa Kumpul, dengan dalang Ki Seno Nugroho, di Pendapa Monumen Gamelan, Jalan Gamelan Kidul, Yogyakarta.
?Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka peringatan 70 tahun Serangan Oemoem, 1 Maret 1949, kebetulan Monumen Gamelan yang zaman dulu dikenal sebagai Warung Sate Puas memiliki andil dalam perjuangan tersebut. Juga sebagai kepyakan atau memperkenalkan pengurus Rukun Kampung (RK) Gamelan yang diketuai oleh D. Suharto,?terang A. Christihapsoro, selaku panitia juga sebagai Ketua RW 06 Gamelan, kepada Bernas.id, Senin (04/03/2019).
Christihapsoro menjelaskan bahwa pementasan wayang yang didukung Dinas Pariwisata DIY ini dengan lakon Pandawa Kumpul, sebagai manifestasi dari kebangkitan dan keguyuban warga Paguyuban Kampung Gamelan, seperti kala dalam naungan RK Gamelan zaman dulu, sebelum adanya pembentukan Rukun Wilayah (RW) yang malah membuat terkotak-kotak dalam satu kampung.
?Lakon Pandawa Kumpul dipilihkan sendiri oleh sang dalang Ki Seno Nugroho. Kami agak awam tentang lakon pewayangan, hanya waktu itu minta lakon wayang yang ada hubungannya dengan generasi muda dan keguyuban atau kekompakan. Pagelaran ini juga sebagai bentuk nguri-uri budaya, agar generasi muda tidak lupa,? kata Christihapsoro.
Sementara itu, lakon Pandawa Kumpul adalah penggambaran sikap kesatria yang mau mengakui kesalahan dan siap untuk mengungkapkan kebenaran. Cerita epik dari generasi kedua keluarga Pandawa dalam membangun negara Hastinapura, tentunya akan semakin menarik dibeber oleh dalang kondang Ki Seno Nugroho dan sayang apabila dilewatkan untuk nonton. (ted)
