YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Menjadi guru besar bukanlah hal mudah. Diperlukan waktu belasan atau puluhan tahun untuk menyiapkan berbagai karya akademik yang diwajibkan. Bahkan setelah itu, proses evaluasi dan administratif juga harus dilalui oleh seorang dosen. Tak jarang hal ini membuat dosen jadi frustrasi. Namun inilah perjuangan dan seharusnya menjadi impian setiap dosen.
?Namun Guru Besar bukanlah untuk gagah-gagahan. Guru besar merupakan simbol akademik, dan itu harus terus dijaga lalu secara rutin melahirkan karya-karya akademik serta membimbing para dosen lain untuk mencapai derajat pendidikan lebih tinggi,? ujar Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Kamis (2/5/2019).
Hal tersebut disampaikannya dalam acara penerimaan Surat Keputusan (SK) Guru Besar bagi Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP. Ia pun berharap, dosen-dosen lain di UWM juga mampu menjadi guru besar kelak.
?Selamat atas prestasi yang diraih, Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi merupakan bukti dan apresiasi kinerja dalam proses pencapaian jabatan akademik tertinggi bagi profesi dosen,? ujarnya.
Pihaknya berharap dengan prestasi ini, banyak calon mahasiswa yang memilih UWM menjadi perguruan tinggi untuk menempuh pendidikan. (*/adn)
