BANTUL, BERNAS.ID – Pameran buku terbesar se-Asia Tenggara, Big Bad Wolf (BBW) 2019 digelar di Jogja Expo Center (JEC) mulai 2-12 Agustus 2019.
Pameran yang digagas oleh PT Jaya Ritel untuk memperingati Hari Anak Nasional serta menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-74 itu mulai dibuka Kamis (1/8/2018) khusus bagi pengunjung yang memiliki preview pass.
“Masyarakat bisa mengunjungi pameran 24 jam nonstop,” kata Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi.
Menurut Uli, BBW hadir dengan misi untuk menggalakkan budaya membaca sejak dini, meningkatkan minat baca, serta menyediakan akses untuk memperoleh buku bacaan yang baik bagi semua kalangan sehingga dapat meningkatkan literasi dan mencerdaskan bangsa.
“Kenapa Jogja, karena dari hasil medsos begitu banyak yang meminta Yogyakarta untuk menjadi kota selanjutnya tempat penyelenggaraan Big Bad Wolf,” kata dia.
Menurut Uli, semangat membaca anak di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Mengutip survei yang dilakukan oleh UNESCO, disebutkan bahwa persentase minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,01 persen.
“Artinya dari 10.000 orang Indonesia, hanya satu orang yang senang membaca,” kata dia.
Dengan alasan itu, lanjut dia, BBW yang akan digelar selama 24 jam nonstop memberikan diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku internasional.
Berbagai genre buku tersedia dalam bazar ini, mulai dari seni, budaya, novel, fiksi, romance, sastra, graphic novel, bisnis, arsitektur, memasak, fashion dan masih banyak lagi. Tersedia juga buku untuk anak-anak seperti buku cerita, buku untuk mewarnai, sound books, board books, pop up books dengan harga yang sangat terjangkau.
“Kami mengajak para orang tua untuk dapat menanamkan budaya membaca sejak dini agar kelak anak kita dapat merdeka dari ketidaktahuan, lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi karena memiliki bekal ilmu, karena buku adalah jendela dunia,” kata dia.
Penasihat PT Jaya Ritel Indonesia Rachmad Gobel mengingatkan, sumber daya manusia adalah sumber daya utama untuk membangun bangsa. Karena itu SDM Indonesia yang begitu banyak harus disiapkan dari dini.
“Bagaimana kami mempersiapkan SDM itu adalah membuat pameran ini di Indonesia yang dimulai empat tahun lalu di Jakarta,” ujarnya. (den)
