YOGYAKARTA, BERNAS.ID ? Melancong atau traveling kini menjadi salah satu kegiatan yang diminati oleh banyak orang, terutama kaum millenial. Sebuah jajak pendapat yang dirilis oleh sebuah lembaga survei di Amerika Serikat, Expedia, pada April 2019, mencatat bahwa orang-orang dalam rentang usia 18 hingga 34 tahun menghabiskan 35 hari dalam setahun untuk melakukan traveling. Selain itu, mereka juga mengalokasikan hingga sepertiga penghasilan untuk membiayai traveling. Lantas, apa yang membuat generasi millenial menggandrungi traveling? Berikut adalah empat di antaranya, sebagaimana dirangkum dari BBC Worklife.
Menantang Diri
Alasan pertama millenial menyukai traveling adalah karena kegiatan tersebut menantang diri. Traveling adalah cara efektif untuk melapaskan diri dari kebosanan karena rutinitas sehari-hari. Rutinitas itu membuat seseorang mendambakan sesuatu yang menarik dan berbeda. Sesuatu yang bisa memberikan pengalaman dan tantangan baru.
Dengan melakukan traveling, seseorang sejatinya tengah menguji diri. Ketika traveling seseorang dituntut untuk bisa ?bertahan? di tempat baru, misalnya mencari jalan pintas di tengah lalu lintas yang sibuk atau berkomunikasi dengan orang lokal dengan bahasa setempat. Mampu mengatasi segala tantangan tersebut adalah kegembiraan yang bisa didapatkan dari setiap kegiatan traveling.
Menambah Pengetahuan
Menambah pengalaman adalah alasan kedua mengapa generasi millenial menyukai traveling. Mereka ingin mengalami sesuatu yang belum pernah mereka alami sebelumnya. Melakukan traveling ke tempat-tempat baru pada dasarnya sama dengan belajar di kelas. Dengan melakukan traveling, seseorang akan belajar sejarah, geografi, dan sosiologi sekaligus. Selain itu, ada juga orang-orang yang melakukan traveling untuk belajar hal spesifik, seperti bahasa baru.
Ketika melakukan traveling, seseorang akan akan menemukan cara yang berbeda dalam melakukan sesuatu. Mereka juga akan mendapatkan kesadaran tentang kebiasaan, budaya, orang, dan tempat baru. Hal itu terjadi karena orang yang melakukan traveling mengalami pembelajaran di kehidupan nyata, bukan membacanya di buku teks, sehingga akan lebih membekas.
Memperluas Sudut Pandang
Alasan ketiga millenial menyukai traveling adalah karena kegiatan itu bisa memperluas sudut pandang. Traveling akan membuat seseorang sadar bahwa tidak hanya ada satu cara menjalani kehidupan. Bertemu orang-orang dari tempat lain akan menunjukkan bahwa pandangan orang tentang dunia tidaklah sama. Perbedaan itu ada dalam berbagai hal, mulai dari keluarga, pekerjaan, keyakinan, kesukaan, dan lain-lain. Melihat segala perbedaan tersebut akan membantu memunculkan ide-ide segar yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.
Dengan melihat dunia secara lebih luas, seseorang akan menjadi warga global yang lebih baik. Salah satu manfaat besar yang bisa dirasakan oleh seseorang yang melakukan traveling.
Relaksasi Berkualitas
Alasan keempat mengapa generasi millenial menyukai traveling adalah karena kegiatan tersebut memberikan relaksasi yang berkualitas. Traveling adalah kegiatan yang dibutuhkan banyak orang untuk memperbarui diri. Sebuah survei yang dilakukan Virtuoso mencatat bahwa relaksasi adalah alasan yang mendasari sebagian besar orang melakukan traveling.
Adapun traveling yang cocok untuk relaksasi adalah traveling yang tidak terlalu berat. Beberapa orang bahkan membutuhkan traveling yang hanya berfokus menikmati tempat saja, tanpa melakukan kegiatan apa-apa. (aji)
