SLEMAN, BERNAS.ID- Menteri Desa/PDTT Abdul Halim Iskandar, MPd menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam pembangunan desa. Tak terkecuali sinergi dengan Univeristas Negeri Yogyakarta (UNY) karena sebagai lembaga pendidikan tinggi keguruan UNY mempunyai banyak program pemberdayaan kepada masyarakat desa.
Halim, panggilan akrabnya sejak kecil, tahu betul UNY punya banyak program pengabdian kepada masyarakat karena telah melakoninya sendiri. Ia merupakan alumni Filsafat dan Sosiologi Pendidikan UNY yang lulus di tahun 1987.
Baca juga: Apa Itu Jurusan Sistem Informasi? Inilah Mata Kuliah dan Prospek Kerjanya
“Saya tahu betul UNY punya banyak kegiatan di desa-desa, saya sendiri ikut dan satu angkatan dengan Pak Rektor. UNY sekarang punya program KKN (Kuliah Kerja Nyata), PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan), dan PPM (Program Pengabdian Masyarakat). Saya ingin apa yang dilakukan UNY maupun perguruan tinggi lainnya, harus bersinergi lintas lembaga,” tutur Halim di Stadium General UNY, Sabtu 4 Desember 2019.
Dengan adanya sinergi, Halim menambahkan bahwa pemberdayaan desa akan lebih mudah dilakukan karena terwujud secara terintegrasi. Masing-masing pihak sesuai kompetensinya, akan bahu-membahu dan saling melengkapi dengan satu tujuan, yaitu memperjuangkan kemajuan daerah pedesaan.
Sinergi dan integrasi tersebut, kemudian dapat dilakukan mulai dari hal-hal yang sederhana, misalnya menggunakan data statistik pedesaan dan daerah 3T yang dimiliki kementeriannya, UNY dapat menempatkan program pengabdian masyarakat di tempat-tempat tersebut.
Baca juga: 5 Universitas Jurusan Sistem Informasi Terbaik di Indonesia
UNY sebagai kampus guru nantinya dapat mengirim mahasiswanya ke daerah tersebut untuk mengajar di sekolah maupun langsung kepada masyarakat secara informal. Pengelolaan dana desa juga dapat terbantu dengan adanya dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi, karena mereka dapat memberikan input dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) sampai keperluan administrasi.
“Saya dulu selepas lulus dari UNY, juga menjadi guru di desa sampai tahun 1999. Di desa, menjadi guru masih sangat dihormati dan masukannya bisa sangat berkontribusi untuk pembangunan. Anak-anak UNY sebagai calon guru jangan sampai melepaskan peluang ini,” imbuh Halim.
Sedangkan, Prof Sutrisna Wibawa selaku Rektor menyatakan UNY siap untuk bersinergi lebih lanjut. Terlebih lagi ungkap Sutrisna, jumlah mahasiswa yang dikirim UNY untuk program pengabdian masyarakat setiap tahunnya relatif besar.
Pada tahun 2019 saja, ada 4.519 mahasiswa yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka disebar di 318 desa seluruh Indonesia. Daerah sekitaran Jawa Tengah dan DIY yang relatif butuh sentuhan pengembangan seperti Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo, menjadi prioritas penerjunan KKN.
Baca juga: Daftar Universitas Kuliah Jurusan Bisnis Manajemen di Indonesia
“Di desa, para dosen pembimbing dan mahasiswa KKN berkolaborasi menghasilkan inovasi bersama masing-masing Pemda. Anak UNY juga biasa diminta mengajar di sekolah ataupun mengajar keterampilan kepada bapak-bapak dan ibu-ibu di desa,” ungkap Sutrisna.
Program KKN yang dilakukan pun beragam. Di Gunungkidul, UNY menggelar KKN Tematik Revolusi Mental yang diikuti 343 mahasiswa. Program ini berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Sedangkan di Ternate-Tidore, UNY mengirim lima mahasiswa dalam program KKN Kebangsaan.
Selain KKN, ada juga Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Program ini menempatkan mahasiswa UNY di sekolah untuk mengajar. Tercatat pada Juli 2019 lalu, ada 3.391 mahasiswa yang mengikuti program tersebut. “Anak-anak ini mengajar di 267 sekolah dan 27 lembaga,” tukas Sutrisna. (jat)
Baca juga: 13 Universitas Jurusan Akuntansi Terbaik Indonesia dan Luar Negeri
