YOGYAKARTA, BERNAS.ID – Dalam Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke 15, yang digelar mulai tanggal 2 hingga 8 Februari 2020 di Kampoeng Ketandan Malioboro Yogyakarta, juga memamerkan barang-barang bersejarah dan tradisi Tionghoa.
Tepatnya disisi barat Kampoeng Ketandan, atau tepatnya di kediaman seorang Kapiten Tionghoa, Tan Djin Sing atau KRT Secodiningrat. Saat ini rumah bersejarah tersebut sudah dibeli Pemerintah Daerah DIY dan telah direnovasi.
“Pameran benda peninggalan warga Tionghoa akan menjadi salah satu agenda pagelaran PBTY XV. Akan ada beberapa perabotan peninggalan keturunan Tionghoa di rumah Tan Djin Sing,” kata Panitia PBTY XV Divisi Pameran, Agus Handoko, Selasa (4/2/2020) saat ditemui di acara pameran.
Selain perabot peninggalan keturunan Tionghoa, di Rumah Tan Djin Sing, lanjut Agus juga ada perlengkapan dapur, dan peragaan batik dengan motif Cina. “Kami berharap dengan dihadirkannya barang-barang tersebut (peninggalan Tionghoa) bisa menambah ilmu serta mempunyai gambaran seperti apa masyarakat Tionghoa di zaman dahulu,” tambah dia.
Dan juga bisa menambah pengetahuan, bagaimana perjalanan sejarah Tionghoa peranakan di Yogyakarta, serta peran mereka disini.
Hesti, warga Bantul yang datang ke PBTY XV dan mengunjungi rumah budaya Kapiten Tan Djin Sing berharap kegiatan pameran dapat berlangsung terus, tidak hanya dalam pageleran PBTY saja. “Ini bisa dijadikan museum yang memberikan informasi pengetahuan tentang tradisi peranakan Tionghoa, mulai dari bentuk rumah, tata ruang, serta peralatan yang ada didalamnya,” kata dia. (cdr)
