YOGYA, BERNAS.ID – Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta terus meningkatkan target jumlah zakat, infak, dan sedekah yang bisa dikumpulkan dari tahun ke tahun, dan pada 2020 menargetkan pengumpulan hingga Rp6,8 miliar. Ini direncanakan akan disalurkan pada 16.122 penerima manfaat, yang terdiri 9.533 fakir miskin, 6.342 fisabilillah, 248 mualaf, dan sisanya untuk amil.
“Kami optimis insyaallah tercapai karena potensi zakat infak sedekah untuk ANS baru 59 persen,? kata Ketua Pelaksana Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta Syamsul Azhari di Yogyakarta, Jumat (7/2/2020).
Menurut dia, sumber utama pengumpulan zakat yang dilakukan Baznas Kota Yogyakarta adalah zakat profesi dari sekitar 15.000 aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta dan sejumlah instansi vertikal.
Meskipun demikian, lanjut dia, pengumpulan zakat dari aparatur sipil negara tersebut baru mencapai sekitar 40 persen dari potensi yang ada, atau rata-rata sekitar Rp300 juta per bulan dari potensi sekitar Rp700 juta hingga Rp1 miliar per bulan.
Aparatur sipil negara yang ingin membayarkan zakat profesi dapat menghubungi Baznas Kota Yogyakarta sehingga gaji yang diterima setiap bulan sudah dipotong dengan zakat profesi. Ada yang dipotong 2,5 persen tetapi ada juga yang lebih.
“Karena itu kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi,” ujarnya.
Selain terus melakukan sosialiasi mengenai zakat profesi kepada ASN, Baznas Kota Yogyakarta juga berupaya memberikan edukasi ke masyarakat untuk membayar zakat, infak, dan sedekah.
?Kami bekerja sama dengan takmir masjid di Yogyakarta untuk mengalokasikan jadwal kutbah salat Jumat untuk Baznas sehingga kami bisa memberikan edukasi mengenai zakat. Kami juga melakukan sosialisasi di tempat keramaian, seperti mal,? katanya.
Wakil Ketua Baznas Kota Jogja Misbahuddin menambahkan, hasil pengumpulan zakat, infak dan sedekah, menurutnya juga selalu diaudit secara rutin. Bahkan pengelolaan zakat oleh Baznas Kota Yogyakarta selalu memperoleh audit wajar tanpa pengecualian (WTP).
“Hasil pengumpulan tahun 2019 juga sudah diaudit,” katanya.
Hingga akhir tahun 2019 lalu, zakat yang terkumpul mencapai Rp5,9 miliar. Jumlah ini naik 11,49 persen dibanding pengumpulan tahun 2018, sebesar Rp. 5,3 miliar. (den)
